Getaran Gempa Bumi di Bali Dirasakan Warga Lombok

id Gunung Agung

Siluet Gunung Agung di pulau Bali terlihat dari pinggiran pantai Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (21/9). Status aktivitas Gunung Agung ditingkatkan dari level "waspada" menjadi "siaga" pada Senin (18/9) malam. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww/17)

Mataram, (Antara Sumbar) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 pada Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis, pukul 05.54 waktu Indonesia tengah terasa hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Guncangan gempa bumi itu terasa hingga beberapa wilayah di Pulau Lombok, terutama di Kota Mataram," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, ketika dihubungi di Mataram, Kamis (9/11).

Pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 8,26 derajat lintang selatan - 115,57 derajat bujur timur, pada 11 kilometer timur Karangasem, pada kedalaman 10 kilometer.

Agus mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan lemah hingga sedang dirasakan di wilayah Denpasar dan Karangasem (Bali), serta Kota Mataram (NTB), dalam skala intensitas II Skala Intensitas Gempa (SIG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau III "modified mercalli intensity" (MMI).

Selain itu, di Kuta (Bali), guncangan dirasakan dalam skala intensitas I-II SIG atau II-III MMI. Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang.

"Namun berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hingga pukul 06.39 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan 4 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Agus mengimbau kepada warga di wilayah pesisir Bali dan Lombok, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar