Rabu, 20 September 2017 - 29 Zulhijjah 1438 H

Siswa Mengenal Nusantara Belajar Ragam Budaya

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri menanam padi di sawah petani Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. (c)
Padang,(Antara Sumbar) - Program BUMN Hadir Untuk Negeri telah membuka mata
generasi muda bangsa dalam mengenal ragam budaya dan adat istiadat serta
pesona alam di negeri ini.

Salah satu programnya adalah kegiatan Siswa Mengenal Nusantara (SMN)
melalui pertukaran pelajar dari satu provinsi dengan provinsi lainnya
mulai dari Sabang hingga Merauke.

Untuk tahun 2017 pertukaran siswa antar Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan Sumatera Barat di bawah koordinasi tiga BUMN yakni PT. Asuransi
Jasindo, PT. ASDP dan PT. Pindad dfiikuti 20 siswa asal Sumbar dan 23
orang plus pendamping siswa asal DI Yogyakarta.

Program siswa mengenal nusantara berlangsung pula di provinsi lain, di bawah kendali perusahaan plat merah lainnya.

Meski waktu tidak terlalu lama, yaitu hanya sepekan, pertukaran antara
pelajar Yogyakarta dan Sumbar, memberi arti penting bagi generasi
harapan bangsa itu. Mereka dibawa mengenal ragam budaya, adat istiadat,
potensi wisata, bahkan turun langsung ke sawah warga.

Rombongan
SMN asal DI Yogyakarta yang berjumlah 20 orang plus tiga pendamping
sempat belajar kesenian khas Sumbar seperti randai dan tari khas Ranah
Minang. Kemudian tak luput pula melihat langsung proses memasak olahan
spesifik daerah setempat seperti rendang dan karipik balado.

"Ya,
salah satu kegiatan dalam rangkaian kunjungan, rombongan juga menanam
padi di sawah milik warga di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota,"
kata salah seorang pemandu SMN Roni ketika dikonfirmasi.

Selain itu, juga mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Padang,
Padangpanjang, Lubang Jepang dan Lembah Harau dan di Kota Sawahlunto.
Begitu juga tak luput meninjau unit-unit usaha sejumlah BUMN di Ranah
Minangkabau.

Salah seorang peserta SMN asal Yogyakarta Dias Falika dari SMK Negeri 1
Sewon, mengungkap kesannya selama sepekan lebih berkeliling ke sejumlah
daerah di Sumbar, ia merasa senang sekali serta menikmati kebersamaan
yang terbangun antar-peserta SMN yang semula sulit dibayangkan bisa
terjadi.

Pengalaman mengunjungi tempat-tempat wisata juga berkesan
seperti ketika ke Lembah Harau karena bisa menyatu dengan alam, dan
mendapat sambutan hangat dari warga.

"Sambutan masyarakat setempat terhadap rombongan sangat ramah, dan kami
dikenalkan pada adat istiadat setempat. Yang menariknya rombongan
peserta SMN menanam padi di sawah milik salah seorang petani di Lembah
Harau, Kabupaten Limapuluh Kota,".

Dias sangat berterima kasih, bisa masuk dan terseleksi dalam program
SMN yang diadakan oleh BUMN Hadir Untuk Negeri.

Sementara itu, pendamping SMN dari Seksi SMK Bidang Dikmenti Disdik
Yogyakarta Muryanto menyampaikan kegiatan pertukaran siswa banyak
mendapatkan ilmu. Khusus ke Sumbar mendapatkan pengetahuan baik dari
segi kebudayaan dan keramahan, juga dari segi bagaimana cara
masyarakat mampu mempertahkan budaya di Ranah Minang, khususnya ketika
rombongan ke Lembah Harau.

Rombongan disambut antusias oleh warga setempat, mulai dari usia
anak-anak, pemuda dan pemudi dan kalangan orang tua yang masih giat
melaksanakan budaya yang ada. Disana, kata dia, rombongan juga
dikenalkan budaya daerah dan kesenian, tentu diharapkan terus dapat
dipertahankan budaya dan tradisi yang ada.

Kemudian tempat yang dikunjungi SMN ke Kota Sawahlunto, dimana di sana
dapat diambil nilai-nilai perjuangan pada pendahulu di negeri ini. "Di
Sawahlunto dapat dilihat bagaimana penderitaan bangsa kita dari
penjajahan, sehingga bisa jadi pengetahuan bagi siswa begitu beratnya
perjuangan untuk meraih kemerdekaan, karena dijadikan pekerja paksa"
katanya.

Justru itu, mari bersama-sama untuk selalu menjaga kebersamaan dan
kerukunan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Memang belum banyak daerah-daerah dan objek-objek wisata serta museum
dikunjungi di Ranah Minang, katanya dan semoga pada lain kesempatan di
kegiatan lainnya bisa datang kembali ke Sumatera Barat.

Nilai Perjuangan

Program
BUMN Hadir Untuk Negeri, yang juga melibatkan pertukaran pelajar
merupakan langkah positif sehingga generasi bangsa ini bisa mengenal
satu sama lain.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menyambut dan melepas pertukaran
Siswa Mengenal Nusantara (SMN) mengapresiasi dan langkah baik program
yang dilaksanakan BUMN untuk saling mengenal budaya di daerah tujuan.

Namun, yang tak kalah pentingnya kalangan peserta SMN harus menjadi
duta daerah asal, artinya sudah memahami budaya daerah sendiri serta
mengenal budaya provinsi lain dan harus beradaptasi.

Gubernur menyarankan, siswa yang terpilih hendaknya dapat menjadi
contoh dan model karena sebagai duta yang jauh dari daerah dan orang
tua harus memperlihatkan sikap dan tindakan yang positif kepada siswa
lain sehingga menimbulkan kesan yang baik.

Kendati demikian, tentu selama berada di daerah tujuan bukan berarti
harus menghilangkan budaya daerah masing-masing. Tapi pengetahuan yang
ditambah dengan adanya beragam kegaitan dalam proram BUMN Hadir Untuk
Negeri.

"Kita tahu Indonesia yang beragam budaya, suku tetapi kita diikat
dengan Bhineka Tunggal Ika. Melalui kegiatan pertukaran siswa bisa
mengenal budaya-budaya yang ada di luar sana sehingga tidak seperti
katak dalam tempurung saja," katanya.

Kemudian bertepatan dengan rangkaian momentum peringatan HUT
Kemerdekaan RI ke 72, tambah dia, hendaknya dapat bagi siswa pahami
nilai perjuangan dan jangan lupakan jasa pahlawan serta jadikan diri
kita punya semangat nasionalisme dan kebangsaan yang kuat.

Sebab, dalam meraih kemerdekaan negara ini dari penjajahan sangat
banyak yang dikorbankan oleh para pejuang baik keuangan, tenaga dan
waktu sehingga menjadi keharusan kemerdekaan diisi dengan kegiatan yang
positif untuk membangun negeri ini.

Irwan Prayitno yang melepas siswa Sumbar ke Yogyakarta secara resmi
mengatakan, kuliner dan budaya adalah salah satu keunggulan Sumbar.

Jadi, diharapkan siswa DI Yogyakarta yang datang bisa menikmati
keragaman kuliner dan budaya itu. Setelahnya, bisa menginformasikan pada
masyarakat Yogyakarta tentang hal itu.

Sedangkan untuk siswa Sumbar yang berangkat ke Yogyakarta, gubernur
berpesan agar bisa menimba pengalaman sebanyak-banyaknya, tetapi tetap
menjaga nama daerah.

Sementara itu, Direktur Utama PT.
Asuransi Jasindo Solihah menyampaikan sebanyak 20 orang SMN plus tiga
pendamping asal Yogyakarta berkesempatan belajar memasak rendang,
kuliner paling enak di dunia versi CNN tahun 2017.

"Kesempatan belajar memasak rendang dari ahlinya di Sumbar akan menjadi
salah satu pengalaman peserta SMN asal Yogyakarta," kata dia.

Sebagai ketua panitia kegiatan BUMN untuk Negeri di Sumbar untuk
memeriahkan HUT ke-72 RI, yang salah satu programnya SMN. Selain memasak
rendang, menurut dia, peserta juga diperkenalkan dengan budaya
Minangkabau di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau
Padangpanjang.

"Peserta juga diajak untuk mengenal dan melihat langsung keindahan Kota
Bukittinggi. Harapan dari program ini, siswa akan lebih mengenal budaya
yang ada di nusantara sehingga bisa menumbuhkan rasa bangga dan
nasionalisme," terangnya.

Program BUMN Hadir Untuk Negeri di Sumbar, SMN dikenalkan dengan
potensi wisata daerah, belajar budaya dan proses pembuatan kuliner
karipik balado. Juga program bagi sembako murah untuk warga kurang
mampu, jalan sehat yang diikuti 3.000 warga dan terakhir upacara bendera
di GOR H. Agussalim pada 17 Agustus 2017, dan ditutup dengan permainan
anak khas anak nagari (desa, red). (*)


Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Joko Nugroho
         Sawahlunto, kota kecil yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ...
Baca Juga