Senin, 23 Oktober 2017 - 3 Safar 1439 H

BPOM Ikut Kembangkan Industri Farmasi Indonesia

BPOM. (Antara)
Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI akan ikut mengembangkan industri farmasi di Indonesia yang saat ini dinilai masih butuh penguatan.

"BPOM nantinya bukan pada pengawasan saja namun memfasilitasi pengembangan keilmuan farmasi di Indonesia," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat berkunjung ke Universitas Andalas (Unand) Padang, Jumat.

Pengembangan itu, kata dia, pada keterlibatan lulusan keilmuan farmasi bukan menjadi pemeriksa semata, namun kepengawasannya.

Ia menjelaskan secara cepat ilmuwan farmasi bisa mendeteksi legal atau tidak legal, layak atau tidak layak, suatu obat yang ada di pasaran.

Saat ini, pihaknya sedang mencari cara untuk keterlibatan ilmuan farmasi pada sektor kepengawasan obat dan makanan.

"Hal lain yang akan dikembangkan yakni penciptaan obat secara mandiri," kata dia.

Hal itu, katanya, penting untuk mengurangi bahan baku obat yang sebagian besar masih impor.

Di samping itu, katanya, dengan mandirinya industri farmasi tentu akan mengurangi peredaran obat palsu dan ilegal.

Ia mengaku bahwa langkah tersebut membutuhkan banyak analisis dan riset.

Guru besar bidang farmasi Unand Dachriyanus mengatakan pengembangan industri farmasi harus dilakukan semua pihak, bukan hanya yang terkait dengan bidang tersebut.

Ia mengatakan perlunya BPOM merangkul berbagai sektor agar percepatannya usaha tersebut bisa berjalan dengan optimal.

Ia mencontohkan tentang perlunya merangkul kementerian perdagangan, ekonomi, kedokteran, atau perbankan.

Sinergitas ituj, katanya, dapat mewujudkan percepatan industri farmasi yang telah tercantum dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2016. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga