Selasa, 23 Mei 2017 - 27 Sya'ban 1438 H

Mensos Catat 4,1 Juta Anak Tidak Sekolah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Sungailiat, (Antara Sumbar) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan sebanyak 4,1 juta anak tidak sekolah dengan berbagai alasan sosial.

Saat berkunjung di Kabupaten Bangka, Rabu, dia memuji pemerintah Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung yang mengambil langkah kebijakan perburuan untuk anak putus sekolah (Bunatuslah).

"Program ini patut menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia karena memang program itu selaras dengan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

Ia mengatakan format Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan anak usia sekolah adalah anak yang berusia enam sampai 21 tahun, pada usia sekolah inilah pemerintah melalui kementerian untuk mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk membantu memeratakan pendidikan.

"Program bunatuslah yang diilustrasikan pemerintah Kabupaten Bangka merupakan bentuk upaya penjangkuan bagi anak-anak yang tidak teregistrasi di lembaga sekolah untuk kembali ke sekolah," katanya.

Diakuinya kartu ini tidak semuanya terserap karena tidak dilakukan perburuan seperti di Kabupaten Bangka, dan program ini boleh dilakukan oleh orang.

"Program ini akan saya sampaikan ke menteri terkait agar dapat diaplikasikan ke daerah-daerah lain di Indonesia dan saya berharap dengan program Bunatuslahdapat membantu pemerataan kualitas sumber daya manusia," ujar Menteri Sosial.

Ia minta program Bunatuslahini diikuti dengan program akses kelahiran karena khawatir anak yang putus sekolah tidak punya akte kelahiran.

"Setelah diburu mereka kemudian diajak masuk sekolah, pada saat yang sama saya mohon akte kelahirannya bisa dipenuhi. Anak-anak yang luar biasa seperti ini sangat mungkin setelah mereka ambil pada kejar paket C dia bisa saja kuliah di berbagai perguruan tinggi terkenal tidak saja di dalam negeri tetapi juga di luar negeri," katanya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi dan Mario Sofia Nasution
         Marjuni tak kuasa menahan tangis ketika peti kayu  diselimuti kain berwarna merah putih ...
Baca Juga