Pekanbaru, (Antara) - Jajaran manajemen Maskapai Penerbangan Sky Aviation menyatakan sedang menunggu masuknya investor baru yang menangani operasional "burung besi" tersebut di Kota Pekanbaru, setelah dihentikan pada pertengahan Maret 2014. "Penghentian operasional hanya untuk sementara waktu sampai awal April karena saat ini kami sedang konsolidasi masuknya investor baru," ujar Manager Marketing Sky Aviation, Sutito Zainudin di Pekanbaru, Rabu. Seperti diberitakan sebelumnya, maskapai tersebut menghetikan operasi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada sekitar tanggal 15 Maret 2014 tanpa ada alasan yang jelas dari manajemen perusahaan penerbangan tersebut. Padahal, "burung besi" tersebut melayani dua rute reguler penerbangan domestik yakni Pekanbaru-Tanjung Pinang, Kepulaun Riau pergi pulang satu kali per hari dalam setiap pekan dan Pekanbaru-Dumai pergi pulang lima kali dalam setiap pekan. Rute Pekanbaru-Dumai terealisasi berkat kerjasama antara Sky Aviation dengan perusahaan plat merah PT Pertamina Refenery Unit II pada petengahan tahun 2013 dan akan dievaluasi selama enam bulan untuk melihat animo masyarakat umum. Terakhir satu rute reguler internasional Pekanbaru-Malaka, Malaysia pergi pulang lima kali dalam setiap pekan dan masing-masing rute penerbangan diterbangi menggunakan pesawat jenis Fokker 50 dengan kapasitas 48 kursi penumpang. "Sampai saat ini hanya maskapai Sky Aviation yang belum beroperasi setelah kabut asap lumpuhkan aktivitas Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II, sedangkan alasan manajemen karena terkendala dengan masalah operasional," ujar Airport Duty Manager Bandar Udara Internasional SSK II, Baiquni. Meski demikian Sutito menyakinkan investor baru yang dia maksud sedang melakukan tahap akhir. "Konsolidasi untuk yang kami lakukan demi masuknya investor, sampai saat ini dalam proses tahap akhir," tegasnya. Komite Operator Maskapai Penerbangan (Airlines Operator Comittee/AOC) Pekanbaru menyatakan, sedikitnya terdapat 16 perusahaan maskapai penerbangan setiap hari melayani para penumpang yang membutuhkan transportasi udara ke suatu tujuan. Berdasarkan data Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, terdapat sedikitnya sekitar 8.000 orang penumpang dengan rute reguler baik domestik maupun internasional dengan jumlah frekuensi sekitar 80 kali setiap hari. (*/jno)
Berita Terkait
Pemkab Solok serahkan bantuan dana tunggu hunian ke 300 korban bencana
Minggu, 4 Januari 2026 4:47 Wib
Polisi tunggu konfirmasi soal mobil pelat RI 25 yang selak antrean
Jumat, 2 Januari 2026 20:46 Wib
Pemkab Agam salurkan dana tunggu hunian bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi
Rabu, 31 Desember 2025 17:11 Wib
BNPB salurkan dana tunggu hunian untuk korban bencana Sumatera, termasuk Sumbar
Rabu, 31 Desember 2025 9:20 Wib
Pemkab Pasaman Barat usulkan dana tunggu hunian bagi korban bencana
Senin, 29 Desember 2025 18:14 Wib
Kota Bukittinggi tunggu 32 tahun untuk kembali jadi tuan rumah MTQ Sumbar
Minggu, 14 Desember 2025 18:20 Wib
Meutya serukan "Tunggu Anak Siap" guna lindungi anak di dunia digital
Kamis, 11 Desember 2025 10:49 Wib
Pemkab Pasaman Barat usulkan dana tunggu hunian bagi korban bencana alam
Rabu, 10 Desember 2025 16:07 Wib
