Dumai, Riau, (Antara) - Kepala Kepolisian Resor Dumai, Riau, AKBP Yudi Kurniawan menyatakan situasi keamanan di kilang minyak Pertamina RU II yang sempat diduduki oleh warga, Minggu malam, kini sudah terkendali dan kondusif. "Situasi berhasil dikendalikan dan warga secara tertib meninggalkan lokasi kilang dengan pengamanan persuasif aparat," kata AKBP Yudi kepada Antara di Dumai, Senin. Dia menjelaskan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan tentang adanya korban jiwa dan luka-luka dari peristiwa kebakaran pada objek vital negara ini. Upaya pengamanan kilang dari amukan massa pada Ahad malam tersebut, dilakukan Polri dengan dukungan aparat TNI dan puluhan petugas pengamanan Pertamina. "Belum ada laporan tentang korban jiwa," sebut Kapolres. AKBP Yudi menambahkan, jajaran Reskrim saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kebakaran kilang yang sempat menimbulkan suara ledakan keras hingga terdengar dalam radius beberapa kilometer. "Tim Reskrim kami sedang melaksanakan olah TKP'" ujarnya. Wartawan Antara dari lokasi kejadian melaporkan meski situasi dan keadaan sudah terkendali, aparat kepolisian masih berjaga-jaga di pintu utama kilang Pertamina bersama petugas keamanan perusahaan. Kilang minyak Pertamina RU II terbakar pada bagian Hydrocracker Unit (HCU) Unibon 211 ketika dilakukan menaikkan temperatur di Heater 1, dan api saat ini sudah berhasil dipadamkan. Manager Umum Pertamina RU II Yan Syukharial dalam keterangan pers, Senin, menyebutkan kebakaran yang menyulut kemarahan warga setempat itu dipastikan tidak ada korban jiwa, baik meninggal, luka bakar maupun pencemaran lingkungan. Kronologis kejadian, sebut Yan, berawal saat HCU Unibon # 211 sedang proses start up paska stop, kemudian dilakukan penaikkan temperatur bahan baku dengan cara pembakaran di dalam ruangan tertutup. "Setelah api mulai berkobar, langsung dilakukan stop operasi dan secepatnya api diupayakan padam oleh tim pemadaman RU II dan berhasil padam sekitar pukul 23.38 WIB," terang Yan. Peristiwa kebakaran ini memicu kemarahan warga di sekitar ring 1 lingkungan kilang dan menjadi perhatian ribuan masyarakat dengan menduduki gate 1 dan 2 gerbang kilang Pertamina. Warga ketakutan dengan bunyi ledakan keras dan kobaran api di dalam areal kilang tersebut, sehingga berusaha mendobrak pagar pada gerbang kilang guna meminta pertanggungjawaban perusahaan. "Sebelum terbakar, terdengar bunyi ledakan keras sekali hingga beberapa radius kilometer," kata Ari, warga setempat. (*/jno)
Berita Terkait
BRIN ingatkan ancaman "sinkhole" di wilayah batugamping Indonesia
Jumat, 16 Januari 2026 18:49 Wib
Polrestro Jakut tangkap dua pelaku asusila di bus Transjakarta
Jumat, 16 Januari 2026 15:42 Wib
Taman Nasional Way Kambas di tutup sementara untuk wisata
Jumat, 16 Januari 2026 15:02 Wib
Pabrik mobil listrik BYD di Subang beroperasi kuartal I tahun ini
Jumat, 16 Januari 2026 14:31 Wib
Polisi tangkap pria yang pukul wajah perempuan hingga berdarah di Koja
Jumat, 16 Januari 2026 12:50 Wib
ADN di Agam berkurang Rp12,94 miliar pada 2026
Jumat, 16 Januari 2026 12:05 Wib
Transjakarta serahkan penumpang yang masturbasi di bus ke polisi
Jumat, 16 Januari 2026 11:25 Wib
Harga emas Galeri24 stabil, sedang emas UBS turun di Pegadaian Jumat (16/01/2025)
Jumat, 16 Januari 2026 7:46 Wib
