Spanyol Tolak Perundingan Pembubaran ETA

id Spanyol Tolak Perundingan Pembubaran ETA

Barcelona, (ANTARA/AFP) - Pemerintah Spanyol hari Minggu menolak tawaran kelompok separatis bersenjata Basque ETA untuk merundingkan perlucutan senjata dan pembubarannya. ETA menyatakan, Sabtu, mereka siap membahas perlucutan senjata dan pembubarannya dengan Prancis dan Spanyol dengan persyaratan tertentu. Kelompok tersebut, yang tahun lalu menyatakan telah meninggalkan kekerasan, mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs surat kabar Basque Gara, salah satu masalah utama adalah pemindahan tahanan Basque ke penjara-penjara dekat rumah mereka. Namun, pemerintah Partai Populer yang dipimpin Perdana Menteri Mariano Rajoy menolak mempertimbangkan perundingan dengan ETA. "Mereka tahu bahwa kami tidak berunding atau akan berunding dengan organisasi teroris itu," kata Menteri Dalam Negeri Fernandez Diaz kepada wartawan. "Maka pemerintah hanya menuntut, bukan meminta, namun menuntut dan bekerja bagi pembubaran kelompok itu tanpa syarat," katanya. ETA, yang didaftar sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa, dituduh bertanggung jawab atas kematian lebih dari 800 orang selama empat dasawarsa perjuangan bersenjata mereka untuk mendirikan sebuah negara merdeka Basque di wilayah Spanyol utara dan Prancis selatan. Pada 20 Oktober 2011, kelompok separatis bersenjata itu mengumumkan "penghentian tetap kegiatan bersenjatanya" setelah serangan-serangan bom dan penembakan selama lebih dari 40 tahun. "ETA memutuskan penghentian tetap kegiatan bersenjatanya," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam bahasa Basque, Spanyol, Prancis dan Inggris, di situs surat kabar Basque Gara. "ETA mendesak pemerintah Spanyol dan Prancis membuka sebuah proses dialog langsung dengan tujuan mengatasi dampak konflik dan konfrontasi bersenjata," katanya. "Melalui deklarasi bersejarah ini, ETA menunjukkan komitmen tegas, solid dan pasti," tambah pernyataan itu. Deklarasi itu menyoroti berakhirnya kelompok separatis besar keras terakhir di Eropa Barat yang dituduh bertanggung jawab atas kematian ratusan orang. Madrid menolak melakukan dialog dengan kelompok itu, dengan menekankan bahwa mereka harus membubarkan diri secara sepihak tanpa pamrih. Spanyol dan Prancis bekerja erat untuk menumpas ETA, yang bertanggung jawab atas kematian ratusan orang dalam perang gerilya 42 tahun mereka untuk mendirikan negara merdeka Basque di wilayah-wilayah Spanyol utara dan Prancis baratdaya. ETA, yang beberapa waktu lalu memperingati setengah abad kelahiran mereka, dibentuk pada 31 Juli 1959 oleh sebuah kelompok nasionalis mahasiswa sayap kiri yang menentang kediktatoran sayap kanan Jendral Francisco Franco, yang menindas bahasa Basque. Pasukan keamanan memperkirakan bahwa kelompok separatis itu, yang melemah akibat penangkapan para pemimpin tinggi mereka dan telah lama relatif tidak aktif, berusaha melakukan unjuk kekuatan untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa melancarkan serangan terhadap pemerintah Spanyol dan menjaga semangat para pendukungnya. Meski sebagian besar penduduk Basque tampaknya mendukung kemerdekaan bagi wilayah pegunungan itu, yang sudah memiliki otonomi besar, dukungan bagi kekerasan menurun dalam beberapa tahun terakhir ini. Serangan fatal yang dituduhkan pada ETA terjadi pada Juni 2009, ketika sebuah bom mobil menewaskan seorang polisi anti-teroris di kota Bilbao, Basque. Para analis mengatakan, ETA kehilangan dukungan bagi perjuangan mereka melalui kekerasan, namun pengumpulan pendapat umum menunjukkan mayoritas penduduk Basque mungkin masih menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol. Pada April 2010, polisi menangkap tersangka komandan utama ETA Jurdan Martitegi, sehingga jumlah komandan mereka yang ditangkap menjadi empat orang dalam waktu kurang dari setahun. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.