Anggota DPRD Agam sesalkan RSUD Lubuk Basung tolak warga berobat juga korban bencana

id DPRD Agam,RSUD Lubuk Basung,bencana,Agam, Sumatera Barat

Anggota DPRD Agam sesalkan RSUD Lubuk Basung tolak warga berobat juga korban bencana

Anggota DPRD Agam Nesi Harmita (kiri). Dok ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat Nesi Harmita menyesalkan tindakan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung yang menolak pasien saat berobat akibat tidak memiliki rujukan dari Puskesmas.

"Saya sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum pegawai di IGD RSUD Lubuk Basung menolak pasien atas nama Tania warga Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara," katanya.

Ia mengatakan pasien dibawa adiknya pergi berobat ke IGD RSUD Lubuk Basung, setelah mengalami sakit selama satu Minggu dan sudah tiga hari batuk dan sakit pada bagian dada.

Korban sudah berobat ke Puskesmas Muaro Putih selama dua kali dan tidak kunjung sembuh.

Dengan kondisi itu, keluarga korban membawa untuk berobat ke IGD RSUD Lubuk Basung, Senin (1/12) sekitar pukul 12.30 WIB.

Sesampai di IGD RSUD Lubuk Basung, pihak petugas di IGD RSUD Lubuk Basung menolak karena tidak memiliki rujukan untuk berobat ke poli bagian penyakit dalam.

"Namun setelah kelurga menjelaskan kepada petugas IGD, alasan ditolak karena suhu badan tidak sesuai standar dan tanpa memeriksa sedikitpun kepada warga. Petugas dengan wajah ketus dan tidak ramah menolak pasien," katanya.

Ia menambahkan pihak Puskesmas Muaro Putih tidak bisa mengurus surat rujukan akibat petugas di Puskesmas Muara Putih tidak ada, karena terdampak banjir melanda daerah itu.

Pasien juga merupakan warga yang terdampak banjir melanda daerah itu dan pihaknya sangat miris melihat pelayanan RSUD Lubuk Basung, dalam melayani masyarakat yang dilanda bencana masih juga dipersulit. Padahal surat rujukan itu bisa diminta pada kondisi normal .

"Kondisi sedang bencana masih saja mempersoalkan administrasi. Sementara yang paling penting bagaimana pasien bisa diobati dulu," katanya.

Hal serupa sudah sering terjadi, sehingga banyak masyarakat lebih memilih berobat ke rumah sakit daerah lain yang lebih baik pelayanan dan penanganan pasien.

"Administrasi memang penting tapi jauh lebih penting bagaimana pihak rumah sakit melayani masyarakat dengan baik. Rumah sakit adalah tempat untuk berobat tetapi malayh ada penolakan untuk bisa berobat Walaupun Pasien minta dirawat," katanya.

Sementara Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya akan menghubungi Direktur RSUD Lubuk Basung untuk memastikan keluhan warga berobat di rumah sakit.

"Saya segera menghubungi Direktur RSUD Lubuk Basung terkait informasi ini," katanya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.