Martinez Serukan Hentikan "Diving"

id Martinez Serukan Hentikan "Diving"

London, (Antara/Reuters) - "Diving" atau "simulasi" menjadi masalah yang berkembang dan semua orang yang terlibat dalam sepak bola bertanggung jawab untuk menghentikannya, kata pelatih Everton Roberto Martinez pada Jumat. Komentar-komentar Martinez bertepatan dengan kecaman presiden FIFA Sepp Blatter terhadap para pemain yang disebutnya simulasi yang "benar-benar tidak adil dan tidak masuk akal" dan pura-pura cedera. "Itu merupakan kesalahan kami," kata pria Spanyol berusia 40 tahun itu kepada para pewarta menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA melawan Queens Park Rangers di Goodison Park. "Hal itu menjalar dan saat ini telah terjadi selama beberapa musim. Sekarang tergantung pada kita semua untuk berusaha menghapusnya." Contoh terkini yang segera menjadi tren terjadi pada pertandingan melawan Southampton pada Hari Tahun Baru, ketika gelandang Chelsea asal Brazil Oscar mengarahkan kakinya ke kiper yang bergerak maju dan kemudian melemparkan diri ke udara saat terjadi kontak. Ia mendapat peringatan atas aksinya itu dan dikritik oleh pelatihnya sendiri Jose Mourinho. Lutut-lutut yang kotor Para pelatih jarang mengkritik para pemain mereka sendiri, namun bahkan pria Portugal itu terlihat terganggu dengan upaya Oscar untuk mendapat penalti, khususnya, ketika, saat ia dapat berlari melewati kiper Saints Kelvin Davis, ia justru lebih berpeluang mencetak gol dari melakukan hal kotor dengan lututnya. "Sulit untuk membuat panggilan-panggilan besar saat ini ketika Anda memiliki sejumlah pemain yang lebih sering melakukannya daripada tidak, berusaha untuk menipu dan jatuh dengan mudah." "Hal itu membuat keputusan wasit menjadi lebih sulit. Kita semua perlu menerima dan memahami para wasit, jika mereka tidak 100 persen, tidak akan memberi keputusan-keputusan (yang menguntungkan)." Martinez, yang telah berdomisili di Inggris sejak 1995, menuding sejumlah pemain berusaha "membeli keputusan-keputusan." Ia berkata, "Sayangnya, ini telah terjadi selama beberapa musim sekarang dan, dengan percampuran kebudayaan dalam beberapa musim terakhir, kami akan berada di sisi pertandingan." "Saya tidak berpikir ini merupakan sesuatu yang semestinya kami biarkan menjalar. Saya memilih untuk melihat wasit menjadi tegas dan ingin 100 persen benar sebelum memberi keputusan besar, namun mereka memiliki pekerjaan sulit." Pada kolomnya Blatter juga mengatakan para pemain yang berpura-pura cedera untuk mendapat penalti semestinya dihukum. "Saya mendapati hal ini sangat mengganggu, khususnya ketika para pemain yang (semestinya) setengah-mati segera pulih setelah mereka meninggalkan lapangan." "Bola berada di lapangan para wasit," tambahnya pada kolom hariannya di FIFA News. (*/WIJ)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.