Dinas Kesehatan Pasbar telah lakukan PE, PSN sampai goro bersama upaya pemberantasan penyakit DBD

id Antisipasi penyakit demam berdarah,DBD,Pasaman Barat

Dinas Kesehatan Pasbar telah lakukan PE, PSN sampai goro bersama upaya pemberantasan penyakit DBD

Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Ranah Salido Kecamatan Lembah Melintang saat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan gotong royong bersama pemberantasan DBD di daerah itu. ANTARA/HO-Dinas Kesehatan.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan telah melaksanakan upaya pemberantasan penyakit Demam berdarah dengue (DBD) dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk sampai gotong royong bersama di lokasi yang terjangkit penyakit.

"Kita juga telah melakukan pemeriksaan kepada warga yang yang demam. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga telah kita lakukan dua kali pada 10 dan 17 Januari 2026," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya jika ada warga yang terpapar DBD maka terlebih dahulu dilakukan penyelidikan epidemiologi dan PSN.

Dalam pemberantasan DBD, katanya, terpenting sekali adalah melakukan PSN sebab melalui itu maka jentik yang ada di pekarangan rumah, di rumah dan tempat lainnya bisa mati dan tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.

"Kalau untuk fogging tidak membunuh jentik nyamuk yang akan menjadi nyamuk dewasa," ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan gotong royong bersama puskesmas, nagari dan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk.

"Untuk fogging dijadwalkan sehari dua hari ini bersama pihak nagari di Koto Gunung Sawah Maincat Kecamatan Lembah Melintang," katanya.

Dia mengharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan agar penyakit DBD tidak semakin berkembang.

Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 58 orang terjangkit penyakit DBD selama 2026 se Pasaman Barat.

Berdasarkan laporan Puskesmas Tanah Salido di daerah itu ada 14 kasus DBD selama 2026.

"Kondisi saat ini masih ada yang di rawat tiga orang yakni satu orang di Rumah Sakit Yarsi dan dua orang di Rumah Sakit Umum Daerah," katanya.

Dia menambahkan untuk seseorang dikatakan positif DBD harus ada pemeriksaan darah trombosit dan hematokrit sebagai pemeriksaan pendukung.

"Upaya yang kita lakukan mulai dari penyelidikan epidemiologi dan pemberantasan sarang nyamuk akan terus kita lakukan. Diharapkan kebersihan lingkungan dijaga," katanya.

Lalu lakukan 3 M plus yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan, dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas plus menggunakan obat nyamuk, memasang kasa, memelihara ikan pemakan jentik, dan menanam tanaman pengusir nyamuk untuk perlindungan ekstra.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.