Gubernur: Perlunya jalan alternatif menuju Talu Talamau Pasaman Barat

id Perlunya jalan alternatif menuju Kecamatan Talamau

Gubernur: Perlunya jalan alternatif menuju Talu Talamau Pasaman Barat

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah didampingi Bupati Pasaman Barat Yulianto saat meninjau kondisi jalan menuju Talu Kecamatan Talamau yang terban akibat bencana alam, Rabu (7/1/2026). ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan perlu adanya jalan alternatif dari Jembatan Panjang-Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat karena akses jalan saat ini sudah banyak yang terban.

"Hari ini kita bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Wakil Bupati M.Ihpan meninjau langsung kondisi jalan menuju Talu Talamau. Akibat bencana alam akhir November 2025 banyak titik jalan yang sudah terban dan sangat membahayakan pengendara," katanya di Talu, Talamau, Rabu.

Menurutnya setelah melihat langsung kondisi jalan menuju Talamau cukup banyak jalan yang sudah terban.

Untuk jalan yang putus di Rimbo Kejahatan akan dilakukan pelebaran jalan dengan memangkas bukit sekitarnya. Jika tidak memungkinkan maka akan dibangun jalan alternatif melalui Simpang MAN Kajai tembus ke Jembatan Panjang.

Sedangkan untuk jalan terban di Polong Onam juga tidak memungkinkan karena sebelah kiri dari arah Kajai terdapat jurang yang dalam. Lalu sebelah kanannya ada bukit yang masuk kawasan hutan lindung.

"Khusus di titik ini diperlukan jalan alternatif dari Jambatan Panjang tembus ke Talu. Jalan ini sudah ada sejak zaman dahulunya. Tinggal perbaikannya nanti," katanya.

Dia mengharapkan kepada Pemkab Pasaman Barat segera menyiapkan usulan untuk pembangunan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu.

Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan segera menyiapkan usulan jalan alternatif itu ke Pemprov Sumbar.

"Kondisi jalan itu telah kami kunjungi. Saat ini kondisi jalan masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan secara umum," katanya.

Dia mengatakan keberadaan jalan alternatif Jembatan Panjang-Talu sangat penting sebagai jalur darurat untuk memulihkan konektivitas antar wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan warga saat terjadi bencana.

Ia menjelaskan, saat terjadi bencana sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Talamau sempat terisolasi sehingga penyaluran bantuan mengalami kendala. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius kedepannya.

Dia menambahkan, hingga saat ini jalan tersebut baru dapat dilalui oleh kendaraan tertentu, sementara kendaraan masyarakat secara umum belum bisa melewati jalur tersebut dengan aman.

"Semoga niat dan upaya kita bersama ini mendapatkan dukungan, sehingga akses masyarakat tetap terjaga dan risiko saat bencana dapat diminimalkan," katanya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.