Unand utus 400 mahasiswa mendata rumah rusak akibat bencana Sumbar

id unand,universitas andalas,mahasiswa unand,rektor unand,banjir sumbar,bencana sumbar,r3p,rehabilitasi dan rekonstruksi be

Unand utus 400 mahasiswa mendata rumah rusak akibat bencana Sumbar

Warga berjalan di depan rumah yang terdampak tumpukan material banjir bandang di Kabupaten Malalak, Provinsi Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) menugaskan sekitar 400 mahasiswa sebagai enumerator atau tim verifikator untuk mendata kerusakan rumah-rumah warga akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) akhir November 2025.

"Para mahasiswa ini diterjunkan ke berbagai kabupaten dan kota untuk melakukan verifikasi lapangan berdasarkan standar dan kriteria yang telah disusun," kata Rektor Unand Efa Yonnedi di Kota Padang, Rabu.

Ratusan mahasiswa tersebut akan mendata secara langsung ke seluruh daerah-daerah yang terdampak bencana. Langkah ini juga sejalan dengan semangat perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa itu dalam mengusung peran Kampus Berdampak.

Rektor menyampaikan pelibatan 400 mahasiswa ke lokasi-lokasi bencana sekaligus menunjukkan komitmen perguruan itu untuk terus menjadi mitra solusi dalam proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi, pascabencana di Ranah Minang.

Sebelumnya Unand juga berinisiatif membentuk konsorsium perguruan tinggi bersama sejumlah kampus lain. Konsorsium ini melaporkan kegiatan dan rekomendasinya disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemdiktisaintek).

Selain sebagai enumerator, saat ini terdapat sekitar 3.500 mahasiswa Unand yang juga sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah nagari atau desa. Para mahasiswa turut membantu masyarakat dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda daerah itu.

Terkait mitigasi kebencanaan, Rektor Unand menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi kebencanaan, termasuk sistem peringatan dini berbasis sains dan teknologi.

"Sistem peringatan dini berbasis sains dan teknologi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi dengan cepat jika adanya potensi bencana," ujarnya.

Tambahan informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai acuan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Lebih dari 20.000 rumah yang terdampak akan diverifikasi terkait tingkat kerusakan yang meliputi kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Melalui proses verifikasi ini diharapkan adanya data yang valid sebagai dasar pelaksanaan program perbaikan rumah warga.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unand libatkan 400 mahasiswa mendata rumah rusak akibat bencana Sumbar

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.