Situbondo (ANTARA) - Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, telah meminta keterangan 15 orang saksi untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap tiga orang yang masih satu keluarga.
"Saat ini kami masih melakukan pendalaman penyelidikan, semula lima orang saksi yang dimintai keterangan, salah satunya adalah ayah korban, dan saat ini sudah ada 15 orang yang dimintai keterangan," kata Kepala Satreskrim Polres Situbondo Ajun Komisaris Polisi Agung Hartawan di Situbondo, Senin.
Ketiga korban pembunuhan itu, yakni Muhammad Hasim (58) dan istrinya, Suningsih (38), serta anak perempuannya, Umi Rahmania (18).
Mereka ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 07.00 WIB.
Mengenai hasil otopsi dari RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, ia mengatakan ketiga korban meninggal dunia karena gagal nafas dan kehabisan banyak darah sehingga suplai oksigen ke otak berhenti.
"Hasil otopsi dari rumah sakit, ketiganya meninggal karena kekurangan darah terlalu banyak dari luka (akibat senjata tajam) di leher," kata Agung.
Dia menambahkan pihaknya juga masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Identifikasi Sidik Jari Sistem Otomatis Indonesia (Inafis) serta hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur beberapa hari lalu.
Tiga korban dugaan pembunuhan itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terluka akibat sayatan senjata tajam.
Jasad korban Suningsih dan putrinya, Umi Rahmania, ditemukan di dalam kamar, sedangkan jasad Muhammad Hasim, yang juga terdapat sayatan senjata tajam pada lehernya, ditemukan di antara kamar mandi dan dapur rumahnya.
Di lokasi kejadian, selain mengamankan sebilah pisau yang berada di dalam bak kamar mandi, polisi juga mengamankan lima unit telepon genggam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul:
