Kota Padang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan konsep pemberangkatan calon jamaah umrah terpusat melalui Asrama Haji Kota Padang.
"Saat ini Kemenhaj Sumbar tengah merancang konsep pemberangkatan umrah terpusat melalui Asrama Haji atau menyerupai pola layanan haji," kata Pelaksana tugas (Plt) Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Sumbar M. Rifki di Kota Padang, Kamis.
M. Rifki mengatakan gagasan pemberangkatan calon jamaah umrah yang terpusat tersebut dalam rangka membangun dan menguatkan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih kuat, dan komprehensif khususnya di Ranah Minang.
Nantinya, setiap jamaah umrah yang akan bertolak ke Tanah Suci akan menginap satu malam, menyelesaikan seluruh proses administrasi, imigrasi hingga diberangkatkan secara terkoordinasi dari Asrama Haji setempat.
Ia mengatakan terobosan baru ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, Dinas Kesehatan Sumbar, imigrasi, dan Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji. Artinya, jika gagasan ini terwujud maka setiap harinya akan ada aktivitas yang berkesinambungan di Asrama Haji yang berada di daerah Tabing, Kota Padang.
"Jika ini terwujud, Asrama Haji akan hidup setiap hari dan ekosistem ekonomi haji maupun umrah akan tumbuh lebih kuat," jelasnya.
Pada tahap awal, Kemenhaj Sumbar menggandeng dan berkoordinasi dengan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS Bipih). Pertemuan ini menjadi langkah perdana dalam membangun sinergi strategis antara Kemenhaj dan perbankan untuk mendukung layanan haji dan umrah yang lebih terintegrasi.
Lebih jauh, ia menjelaskan pengelolaan haji dan umrah tidak bisa dipandang sebatas kegiatan musiman. Apalagi, ibadah umrah berjalan sepanjang tahun dan memiliki potensi besar dari sisi layanan maupun dampak ekonomi keumatan.
Khusus di Ranah Minang dalam kurun satu tahun total individu yang melaksanakan ibadah umrah bisa mencapai 50 ribu orang. Dalam catatan Kemenhaj setempat, pada minggu pertama Januari 2025 total terdapat 840 orang yang dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci untuk umrah.
Sayangnya, ujar dia, hingga kini pengawasan dan pengelolaan keberangkatan umrah belum optimal. Oleh sebab itu, ke depan Kemenhaj ingin memaksimalkan aspek pengawasan dan administrasi sehingga bisa menopang ekosistem haji dan umrah.
"Kementerian Haji dan Umrah harus hadir untuk memastikan pengawasan, pelayanan sekaligus kebermanfaatan ekonomi ekosistem haji dan umrah," tegas Rifki.
