Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pertemuan Dewan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) diadakan di Phnompenh pada Kamis untuk memutuskan vaksin baru, yang akan ditambahkan ke portofolio organisasi. Pertemuan dua hari itu dihadiri 160 orang wakil dari negara donor dan negara berkembang, lembaga swadaya masyarakat, produsen vaksin, dan pakar. Putri Infanta Cristina dari Spanyol adalah salah satu peserta. Pertemuan itu adalah pertemuan besar pertama acara Aliansi GAVI yang digelar di Asia Selatan, sebut siaran pers, dan menambahkan bahwa sejak tahun 2007, negara-negara Asia termasuk Kamboja, Laos dan Vietnam telah memperkenalkan lima-dalam-satu pentavalent dan vaksin campak dengan dukungan GAVI, melindungi lebih dari 25 juta anak-anak terhadap penyakit fatal itu. Berbicara pada pembukaan pertemuan tersebut, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menekankan pentingnya pertemuan dan menyampaikan penghargaan kepada Aliansi untuk keuangan dan spiritual GAVI mendukung Kamboja dalam upayanya memvaksinasi anak-anak terhadap beberapa penyakit. "Pertemuan ini merupakan kekuatan pendorong untuk mempercepat proses masuknya vaksin baru dalam portofolio organisasi dan untuk memperluas vaksinasi untuk anak-anak," katanya. Dengan dukungan GAVI, Kamboja telah memperkenalkan vaksin lima-dalam-satu (five-in-one) pentavalent yang melindungi terhadap difteri, pertusis tetanus, hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B, serta campak vaksin. Perdana menteri mengatakan Kamboja telah benar-benar melenyapkan polio sejak tahun 1997 dan campak sejak 2011. Sementara itu, ia mendesak Aliansi GAVI untuk menambahkan Vaksin pneumokokus untuk Kamboja pada 2015 dan vaksin Human Papilloma Virus (HPV), vaksin Rotavirus, dan vaksin Japanese Encephalistis (JE) di masa depan. Ketua Dewan GAVI Dagfinn Hoybraten memuji Kamboja atas komitmen yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anak-anak, memperkirakan bahwa cakupan vaksin difteri tetanus pertusis (DTP3) di Kamboja telah mencapai 95 persen. "Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menunjukkan komitmen mitra Kamboja kami," katanya. Menteri Kesehatan Kamboja Mam Bunheng mengatakan GAVI telah bermitra dengan program imunisasi Kamboja sejak tahun 2001. Sampai saat ini, GAVI telah menyediakan vaksi kepada Kamboja senilai 39 juta dolar AS. "Selama periode dukungan GAVI, cakupan vaksin lima-dalam-satu pentavalent telah meningkat dari 70 persen pada 2001 menjadi 95 persen pada 2013," katanya. Aliansi GAVI adalah satu kemitraan publik-swasta yang berbuat untuk menyelamatkan jiwa anak-anak dan melindungi kesehatan masyarakat dengan meningkatkan akses terhadap imunisasi di negara-negara berkembang. Sejak 2000, GAVI telah memberikan kontribusi imunisasi tambahan terhadap 440 juta anak-anak dan pencegahan sekitar enam juta kematian di masa depan. (*/jno)
Berita Terkait
Sabar/Reza waspadai Aaron/Soh dengan dukungan suporter tuan rumah
Jumat, 9 Januari 2026 7:43 Wib
Lampung minta dukungan jadi tuan rumah PON 2032
Selasa, 30 Desember 2025 15:57 Wib
Prakiraan Persib vs PSM, tuan rumah lebih diunggulkan
Sabtu, 27 Desember 2025 17:20 Wib
SEA Games 2025 resmi berakhir, estafet tuan rumah beralih ke Malaysia
Sabtu, 20 Desember 2025 20:41 Wib
Kota Bukittinggi tunggu 32 tahun untuk kembali jadi tuan rumah MTQ Sumbar
Minggu, 14 Desember 2025 18:20 Wib
PSG diimbangi 0-0 oleh tuan rumah Bilbao
Kamis, 11 Desember 2025 6:07 Wib
PT Semen Padang Tuan Rumah Jambore Pokdarwis Sumbar
Senin, 24 November 2025 17:30 Wib
Sumbar-Jambi upayakan jadi tuan rumah PON edisi 2032
Senin, 10 November 2025 16:38 Wib
