
UNP dukung ketahanan pangan lokal dengan inovasi teknologi perontokan padi

Padang (ANTARA) - Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas Negeri Padang (UNP), mendukung ketahanan pangan lokal, dan peningkatan produktivitas petani melalui inovasi teknologi perontokan padi, di Kenagarian Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.
"Kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan ketahanan pangan, dan peningkatan produktivitas petani yang terus digencarkan melalui inovasi teknologi tepat guna," kata Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Refdinal, MT, di Padang, Minggu.
Ia mengatakan kehadiran tim pengabdian, mendapat sambutan hangat dari para petani, yang selama ini masih menghadapi kendala klasik dalam proses pascapanen, yaitu perontokan padi.
"Secara tradisional, proses perontokan sering dilakukan dengan cara manual, yang membutuhkan banyak tenaga kerja, waktu yang panjang, dan berpotensi menimbulkan kehilangan hasil," jelasnya.
Ia menyebut selama ini, petani sering kehilangan banyak hasil karena metode perontokan manual.
"Dengan mesin ini, waktu kerja lebih singkat, jumlah tenaga berkurang, dan hasil panen bisa lebih maksimal," lanjutnya.
Menurutnya dengan mesin ini, dampaknya bukan hanya bagi kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pascapanen secara signifikan," katanya.
Program pengabdian ini, menjalin kemitraan dengan Kelompok Tani Rawang Bintungan, sebuah kelompok tani yang cukup aktif di Kenagarian Koto Padang. Kelompok ini dipimpin oleh Endrawati, dan beranggotakan 30 orang petani.
"Mereka secara bersama-sama mengelola lahan sawah seluas lebih kurang 45 hektare, yang menjadi salah satu sentra produksi padi di wilayah tersebut," jelasnya.
Kegiatan yang digelar pada 29 Agustus lalu, digagas oleh Prof. Dr. Refdinal, MT, dan didampingi dosen lainnya yakni Dr. Junil Adri, S.Pd., M.Pd.T, dan Dr. Lili Dasa Putri, M.Pd sebagai anggota pelaksana.
"Program ini menjadi wujud nyata peran akademisi dalam mendukung sektor pertanian lokal, melalui penerapan teknologi inovatif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Sebagai bentuk nyata kontribusi, tim pengabdian menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa mesin perontok padi yang dirancang lebih modern, efisien, dan ramah penggunaan.
Mesin ini mampu bekerja lebih cepat dibandingkan metode manual, serta mengurangi tingkat kehilangan gabah pada saat proses perontokan.
Tidak berhenti sampai di situ, para petani juga mendapatkan penyuluhan intensif mengenai cara pengoperasian mesin, perawatan, serta strategi manajemen kelompok tani agar alsintan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Penyuluhan ini menitikberatkan pada pemahaman praktis, sekaligus penguatan kelembagaan petani, sehingga kehadiran teknologi benar-benar menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat," katanya.
Kegiatan pengabdian ini turut dihadiri Walinagari Koto Padang, Zainal Arifin.
Dalam sambutannya, Zainal mengungkapkan rasa terima kasih, dan apresiasi yang mendalam, atas kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat tani di wilayahnya.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan mesin perontok padi dan ilmu yang diberikan," katanya.
Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar masyarakat tani kita semakin produktif dan sejahtera, ujarnya.
Menurutnya, kehadiran teknologi tepat guna, tidak hanya membantu petani dalam meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi momentum penting, untuk mempercepat transformasi pertanian di nagari.
"Kami berharap, program seperti ini dapat diperluas ke kelompok tani lainnya di Dharmasraya," katanya.
Kegiatan ini juga berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Inovasi mesin perontok padi berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan SDGS poin 2, Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), dengan memastikan hasil panen padi dapat diolah lebih efisien, sehingga kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
Selain itu, program ini mendukung poin 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena efisiensi kerja petani akan mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.
Tidak kalah penting, kegiatan ini memperlihatkan implementasi nyata dari poin 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yakni kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan kelompok tani.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan, hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor.
Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, petani di Kenagarian Koto Padang diharapkan dapat semakin mandiri dalam mengelola pertanian.
Efisiensi pascapanen yang dihasilkan mesin perontok padi, akan membantu mereka meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian, serta memperbaiki kualitas hasil panen.
Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan menjadi pijakan kuat menuju cita-cita besar Indonesia swasembada pangan.
Program ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi, dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, melalui teknologi tepat guna.
Pewarta: Melani Friati
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
