Medan, (Antara) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara menilai kebiasaan "ngelem" atau menghirup aroma lem sebagai pengganti narkoba di kalangan remaja Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut di Medan, Senin, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut Kombes Pol Rudi Tranggono mengatakan, kekhawatiran itu muncul karena semakin sering ditemukan kebiasaan remaja "ngelem". Kemungkinan, kebiasaan ngelem tersebut banyak dilakukan kalangan remaja karena mudah didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. "Padahal ngelem itu sangat berbahaya. Lebih cepat gilanya, lebih cepat matinya," kata Rudi. Belakangan, kata dia, muncul fenomena lain di kalangan remaja di Kota Medan dalam menikmati zat berbahaya itu setelah kebiasaan ngelem tersebut mulai diincar pihak yang berwajib. Fenomena baru tersebut adalah mengoplos obat batuk dengan merek tertentu yang dicampur dengan minuman suplemen untuk dijadikan narkoba. Fenomena baru itu sulit diberantas karena obat batuk dan minuman suplemen yang dioplos tersebut mudah didapat dan tidak dilarang peredarannya. "(Fenomena) ini banyak dilakukan kalangan siswa SMP," kata mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Bangka Belitung tersebut. Untuk mengatasi masalah itu, BNN Sumut rutin melakukan penyuluhan dan memberikan pembinaan kepada kalangan remaja. Penyuluhan dan pembinaan itu dilakukan agar kalangan remaja yang akan menjadi generasi penerus bangsa tersebut tidak menjadi korban narkoba. "Secara nasional, 50 orang tewas setiap hari akibat narkoba. Ada yang overdosis, ada juga karena HIV/AIDS akibat menggunakan narkoba. Kalau membaca koran, hampir setiap hari kejahatan yang terjadi yang dilatarbelakangi narkoba," katanya. (*/jno)
Berita Terkait
Bupati Pasaman Barat Yulianto-Bunda PAUD Pasbar dorong tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat sejak dini
Kamis, 25 September 2025 20:02 Wib
Survei ungkap orang Indonesia lebih suka podcast video dibanding audio
Kamis, 28 Agustus 2025 14:57 Wib
Ade Rai bagikan tiga kebiasaan hidup sehat agar tidak buncit
Minggu, 10 Agustus 2025 4:57 Wib
Dinkes: Kebiasaan buang sampah sembarangan timbulkan penyakit baru
Minggu, 3 Agustus 2025 12:55 Wib
Kebiasaan bermain pakai gawai berpengaruh pada keterampilan makan anak
Senin, 2 Juni 2025 15:01 Wib
Wamendikdasmen: Perhatikan tujuh kebiasaan anak didik
Sabtu, 14 Desember 2024 9:51 Wib
Gubernur Sumbar soroti kebiasaan minta sumbangan di tengah jalan
Rabu, 5 April 2023 14:06 Wib
Unand ganti kebiasaan studi tiru dengan pelatihan bersertifikat BNSP
Jumat, 3 Maret 2023 16:21 Wib
