Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi menegaskan arah pembangunan daerah setempat tidak bisa dilepaskan dari latar belakang faktor sejarah yang sudah melekat erat bersama kebudayaan Minangkabau (Sumatera Barat).
Hal ini disampaikan Wako Ramlan Nurmatias saat Rapat Perencanaan Kota Terpadu di Sumatera dan Kalimantan yang diselenggarakan di Bukittinggi, Senin.
"Pembangunan sebuah kota tidak bisa lepas dari sejarah dan peradabannya. Bukittinggi memiliki catatan sejarah yang sangat penting. Kota ini pernah menjadi ibu kota negara, ibu kota Sumatera, termasuk Sumatra Barat, Jambi dan Riau," kata Ramlan.
Ia mengungkap Kota Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Barat, serta melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti Tan Malaka.
"Pemerintah pusat menilai, sebagai kota sejarah, Bukittinggi memiliki posisi yang istimewa. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperhatikan berbagai aspek penataan kota," kata Ramlan.
Di antaranya pembangunan gedung parkir, penataan kabel listrik bawah tanah dan tidak mengganggu keindahan, serta penyediaan akses transportasi wisata dari Jam Gadang menuju Ngarai Sianok dengan dukungan tiga unit mobil dari Dinas Perhubungan yang beroperasi pada jam tertentu.
Selain itu, pembangunan jalan tol Padang–Sicincin yang akan diteruskan ke Malalak pada tahun 2026 juga menjadi perhatian.
"Akses ini akan mempercepat arus kunjungan ke Bukittinggi, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai kota perdagangan, pariwisata dan pendidikan," kata Wako.
Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I, Benny Hermawa menyampaikan, mimpi besar Wali Kota Bukittinggi untuk menghadirkan komitmen nyata dalam pembangunan Bukittinggi patut didukung.
Pemerintah pusat akan terus mengawal, memperbaiki, serta membuka ruang perbaikan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat.
“Bukittinggi adalah kota yang teratur. Upaya yang kita lakukan ini merupakan respon terhadap tren urbanisasi, agar dapat berkontribusi lebih besar pada perekonomian dan kesehatan masyarakat," kata dia.
Pertemuan ini sekaligus menyepakati dokumen perencanaan yang menjadi dasar desain pembangunan.
"Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, agar dokumen ini dapat segera ditindaklanjuti. Dengan kerja sama yang baik, Bukittinggi akan menjadi kota yang maju dan membanggakan,” pungkasnya.
