Pariaman (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI Teuku Riefky Harsya mengunjungi produksi Sulaman di Desa Manggung, Kota Pariaman, Sumatera Barat dan menilai besarnya potensi yang dimiliki industri kreatif tersebut.
"Ada pesanan dari Jawa, dari Malaysia, Riau. Bahkan juga menerima pesanan dari sejumlah provinsi lainnya yang menjadi khas provinsi lain," kata Teuku Riefky Harsya usai mengunjungi Sulaman DW di Pariaman, Sabtu.
Ia mengatakan pada industri ekonomi kreatif tersebut pemiliknya memberdayakan sejumlah perajin lokal dengan kualitas produk yang baik sehingga produknya dikenal hingga keluar daerah.
Hal tersebut menurutnya merupakan potensi yang dimiliki pelaku ekonomi kreatif di Pariaman yang dapat terus dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di daerah yang dijuluki kota Tabuik itu.
Potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar produk ekraf yang dihasilkan lebih dikenal oleh banyak orang.
Ia berharap industri kreatif di Pariaman yang tidak saja di bidang fesyen namun juga kuliner dapat terus berkembang sehingga membuka lapangan kerja lebih luas.
Ia menjelaskan kunjungan dirinya ke Pariaman merupakan undangan dari walikota setempat guna melihat potensi ekonomi kreatif yang dimiliki daerah itu pada berbagai bidang.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan kunjungan Menteri Ekraf ke daerah itu dapat memotivasi pelaku industri kreatif untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Beliau tentu mendukung seluruh bentuk ekraf di Pariaman yang ingin maju," katanya.
Ia mengatakan ekraf menjadi salah satu penunjang perekonomian di Pariaman baik di bidang fesyen, pertunjukan, makanan, dan kria.
Ia berharap dengan kunjungan Menteri Ekraf RI tersebut maka produk industri di Pariaman semakin bagus sehingga tidak saja banyak dipasarkan ditingkat nasional namun juga internasional.
Untuk diketahui kawasan Pariaman Utara identik dengan sulaman dan menjadi salah satu penggerak perekonomian di daerah itu.
