Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) turut mengantisipasi terjadinya bencana alam berupa kebakaran hutan dan lahan di provinsi setempat.
"Polda Sumbar akan proaktif memantau aktivitas yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan," terang Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati di Padang, Selasa.
Ia menerangkan Polda Sumbar telah memiliki satuan tugas (satgas) tanggap darurat bencana alam kebakaran hutan dan lahan.
Satuan tugas tersebut mengedepankan fungsi dan tugas dari personel Satuan Brimob serta Direktorat Samaptha Polda Sumbar.
Kepala Biro Operasi Polda Sumbar Kombes Pol Muhammad Erwin menceritakan bahwa satgas tanggap darurat telah diturunkan beberapa waktu lalu.
Dimana tim melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah hukum Polres 50 Kota, Sumatra Barat.
Muhammad Erwin menyampaikan bahwa dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di provinsi setempat, pihaknya akan terus memantau titik api secara rutin melalui aplikasi Lancang Kuning.
"Apabila ditemukan adanya titik api di Sumbar, maka langsung kami konfirmasi ke Bagian Operasional (Bag Ops) Polres setempat, dan langsung kami berikan penanganan untuk pencegahan dampak luasnya," jelasnya.
Ia berharap kesiapsiagaan dari personel Polda Sumbar beserta jajaran dapat mengantisipasi peristiwa kebakaran hutan dan lahan sedini mungkin.
Sementara Susmelawati mengatakan, pada Senin (28/7), pihaknya telah mengikuti kegiatan monitoring situasi terkini terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen Dr Suharyanto melalui video conference (vicon) di kantor Gubernur Sumbar.
Rapat secara daring itu dipimpin oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, didampingi Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, dan dihadiri oleh Kabiroops Polda Sumbar Kombes Pol Muhammad Erwin, Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya, dan instansi terkait lainnya.
