Hidupkan ekonomi, Soundbarfest diapresiasi masyarakat, pejabat hingga akademisi

id Soundfest,padang pariaman,pariaman

Hidupkan ekonomi, Soundbarfest diapresiasi masyarakat, pejabat hingga akademisi

Soundbarfest mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat, pejabat hingga akademisi (ANTARA/ist)

Padang Pariaman (ANTARA) - Event Soundbarfest yang digelar di lapangan Embung Tabek Gadang, Nagari Toboh Gadang Kecamatan Sintoga Kabupaten Padang Pariaman mengundang decak kagum banyak kalangan.

Diantara mereka, respon dari masyarakat yang berkunjung dan tinggal di sekitar lokasi acara sangat menarik untuk disimak. Rina (45), salah seorang penjual makanan di lokasi acara merasa sangat antusias berjualan hingga dua hari acara.

"Pengunjungnya banyak. Peserta juga banyak. Mereka beli jualan kami yang berderet di pinggir lokasi ini. Laris manis," katanya. Rina yang bersama suaminya berjualan bakso tusuk berharap Soundbarfest digelar kembali di tahun depan.

Sementara Cemok (42), salah seorang pemuda setempat menilai acara Soundbarfest turut mendatangkan berkah bagi para pemuda. "Kami diajak terlibat oleh para panitia dari GAPSI sejak awal. Jadi mereka tidak anggap kami tidak ada. Setelah ebrsilaturahmi, eh kami malah turut diajak terlibat. Jadi dapat pengalaman baru," katanya. Disebutkannya, pemuda setempat selama kegiatan bertanggung jawab dengan masalah parkir dan pengaturan pedagang. "ini jadi tambahan pengalaman bagi kami untuk terlibat dalam sebuah acara besar seperti ini," katanya.

Narko, yang juga bermukim di sekitar lokasi mengatakan tidak ada kaca pecah atau bangunan yang rusak dalam acara itu. "Awalnya Saya kira ini seperti sound horeg yang merusak. Nyatanya tidak. Malah kami masyarakat dapat hiburan disini. Ada juga yang berjualan. Dan ada juga yang dapat ilmu baru tentang soundsystem bahkan diesel," katanya. Naro juga mengapresiasi panitia yang menghormati waktu azan. "Tiba-tiba lagi berlomba, eh berhenti karena terdengar azan. Ibadah tetap dihormati," katanya.

Walinagari Toboh Gadang Nasri mengatakan, yang bikin salut lagi adalah tidak adanya keributan, maksiat dan narkoba selama acara. "Tidak ada satupun yang seperti itu. Tidak ada yang mabuk-mabukan, tidak ada narkoba, tidak ada perkelahian atau tawuran, apalgi maksiat. Tidak ada semua itu. Acara ini seperti acara yang pantas disebandingkan dengan acara nasional," katanya. Bahkan setelah selesai acara, semua dibersihkan lagi oleh panitia. Tak ada sampah atau sisa acara yang merusak lapangan.

Dosen Sendratasik Universitas Negeri Padang, Zikri yang turut hadir di lokasi mengaku salut dengan panitia. "Ini rapi sekali.Saya sangat terkejut. Ternyata "anak orgen" yang di sebagian masyarakat selalu dicap negatif bisa bikin acara serapi ini. Tataan di lokasi sangat bagus," katanya. Zikir mengatakan pighaknya mendengar bahwa lokasi Embung Tabek Gadang memang awalnya dirancang untuk lokasi wisata. "Jadi wisata event seperti ini sangat tepat digelar disini. Buktinya Soundbarfest yang sebesar ini bisa tertata disini," sebutnya.

Event Soundbarfest yang digelar sejak 25 hingga 26 Juli itu juga diapresiasi tiga kepala daerah yang hadir. Kebetulan, peserta terbanyak memang berasal dari ketiga daerah tersebut. Mereka adalah Walikota Padang Fadly Amran, Bupati Pasaman Welly Suheri dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Welly yang hadir di sore hari sebelum penutupan mengaku takjub dengan acara yang tampak jelas ditata secara serius. "Lokasinya bagus, penataannya bagus dan masyarakat sepertinya sangat meminati acara ini," katanya.

Hari itu welly menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung sekiranya Gerakan Pekerja Seni Indonesia (GAPSI) selaku penyelenggara ingin bersilaturahmi dan bahkan membuka cabang di Pasaman," katanya. Meski pelaku usaha orgen tunggal di daerahnya tidak sebanyak daerah lain, tapi mengorganisir mereka sehingga mampu menciptakan event luar biasa seperti Soundbarfest adalah hal menarik.

Dengan terorganisirnya pelaku, kata Welly akan memudahkan komunikasi pemerintah dengan mereka sehingga kedepannya berbagai sentuhan pembangunan yang membutuhkan mereka dapat dilaksanakan dengan baik.

Malam hari pada acara puncak, datang pula Fadly Amran berbarengan dengan John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat. Malam itu, seperti juga Bupati Pasaman, Walikota Padang dan Bupati Padang Pariaman juga mendapatkan award dari panitia.

"Kita sanggat support bila di Padang digelar kegiatan positif seperti ini. Yang jelas, kami juga termotivasi untuk mendorong para pelaku usaha orgen tunggal untuk membentuk organisasi yang kuat. Atau kalau perlu membuka cabang GAPSI di Padang," katanya Fadly Amran.

Ke depan kata Fadly, Kota Padang juga akan menerbitkan perda pengaturan hiburan malam yang notabene akan berkaitan juga dengan pelaku orgen tunggal. Karenanya, komunikasi dengan para pelaku ini sedang dilakukan oleh pihak walikota.

Bupati Padang Pariaman dalam kata sambutannya di malam puncak itu terlihat sangat gembira. "Acara ini luar biasa. Beberapa bulan lalu saya sudah didatangi oleh para panitia ini. Awalnya diskusi tentang Surat Keputusan Bersama yang ternyata didukung oleh pengurus GAPSI. Lalu beberapa minggu berikutnya saya sudah dapat laporan lagi dari mereka tentang rencana kegiatan ini. Luar biasa," katanya.

Artinya, menurut JKA, meski ada Surat Kesepakatan Bersama antar Forkopimda tentang pembatasan jam hiburan malam, terutama orgen tunggal tidak membuat para pelaku di GAPSI surut. "Malah GAPSI tambah kreatif. Ini yang bikin kami terharu," katanya. Apalagi, ssebut JKA, acara tersebut tidak menggunakan APBD. "Ini murni dari sokongan sponsor dan pihak-pihak yang peduli. Acaranya sudah sebesar ini," katanya.

Ketua Umum GAPSI Firdaus berterimakasih atas kehadiran dan dukungan dari para kepala daerah tersebut. Demikian juga Rahmat Hidayat, Wakil Bupati Padang Pariaman yang skelaigus menjadi pembina GAPSI. *

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.