Pasaman Barat targetkan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 4,68 persen

id Pasaman Barat, pertumbuhan ekonomi, ekonomi Pasaman Barat

Pasaman Barat targetkan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 4,68 persen

Salah satu inovasi di sektor perikanan dengan meluncurkan tekhnologi bioflok diharapkan bisa meningkatkan produksi ikan tawar dimana sektor perikanan salah satu sektor mendukung pertumbuhan ekonomi. ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah itu sebesar 4,68 persen pada 2025.

"Kita akan berupaya mencapai target itu dengan berbagai cara yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat pada 2024 hanya 4,08 persen," kata Pelaksana tugas Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri di Simpang Empat, Senin.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi itu berpedoman terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) sebesar 66,15 persen yang berasal dari tiga sektor yaitu pertana sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Kedua sektor perdagangan besar dan eceran serta ketiga sektor industri dan pengolahan.

"Mudah-mudahan tiga program ini bisa meningkatkan perekonomian nantinya," harap dia.

Selain itu juga telah menyiapkan program unggulan yang berkaitan dengan potensi lokal yang ada.

"Selain memaksimalkan anggaran daerah, juga anggaran provinsi dan pusat terus dikejar agar pembangunan dan pemberdayaan dapat dilakukan dengan baik," sebutnya.

Ia menyebutkan ada tiga program yang telah disiapkan yakni Gerakan Pengembangan Masyarakat (Gerbang Mapan).

Gerakan dilatarbelakangi bahwa hampir 41,62 persen dari total produksi perikanan tangkap provinsi Sumbar berasal dari produksi perikanan tangkap di laut Kabupaten Pasaman Barat.

Sehingga perlu ditingkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir melalui pengolahan hasil laut dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Selanjutnya perlu dikembangkan kawasan pantai sebagai pusat ekonomi kreatif dan wisata bahari berbasis kearifan lokal.

Kedua, program Generasi Muda Kreatif (Gen MK) dilatarbelakangi karena ekonomi kreatif menunjukkan kontribusi yang semakin menguat selama periode 2020 hingga 2024.

Rasio kewirausahaan terus meningkat mengindikasikan munculnya wirausaha- wirausaha baru dari kaum milenial dan gen Z.

"Begitu pula Pasaman Barat yang memiliki sejumlah event budaya dan atraksi tahunan yang potensial sebagai sumber pendapatan bagi pelaku usaha UMKM," katanya

Ketiga program Go Digital (Pagoda), dilatarbelakangi karena digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan namun merupakan keharusan agar bisnis bisa bertahan di tengah gempuran teknologi yang berkembang pesat.

Bisnis digital juga menyediakan ruang yang sangat besar bagi UMKM lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas hingga pasar global.

"Digitalisasi bisnis merupakan sebuah tantangan dan peluang yang menarik bagi pelaku UMKM, khususnya dari generasi milenial dan gen z," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.