Pemkab: Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat berikan dampak ekonomi

id Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat, Bupati Pasaman Barat Yulianto, Sungai Beremas , Pasaman Barat, Sumatera Barat,PEMKAB Pasaman Barat,Ekonomi Teluk

Pemkab: Pelabuhan Teluk Tapang Pasaman Barat berikan dampak ekonomi

Bupati Pasaman Barat Yulianto  (tengah) saat mendampingi tim Kementerian Perhubungan meninjau Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Minggu (13/7/2025). ANTARA/Altas Maulana. (Pelabuhan Teluk Tapang)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyambut baik pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas yang akan berdampak secara ekonomi bagi daerah itu.

"Kita sangat apresiasi Kementerian Perhubungan yang akan memulai pembangunan sisi darat pelabuhan pada 2026," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat, Rabu.

Menurutnya keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang tidak hanya berdampak secara ekonomi bagi Sumbar bagian utara saja tetapi juga bisa berdampak bagi Provinsi Sumatra Utara.

Dia mengatakan Bagi Pasaman Barat sendiri memiliki potensi bidang perkebunan kelapa sawit dengan luas tanam 101.402 hektare yang berproduksi 330.881 ton pertahun.

Selain itu juga ada potensi jagung seluas 45.523 hektare dengan produksi 4,6 ton per hektare. Belum lagi potensi biji besi, mangan, granit dan lainnya.

Menurutnya Pelabuhan Teluk Tapang itu nantinya juga bisa di akses oleh Provinsi Sumut melalui Kabupaten Mandailing Natal.

Ia memperkirakan jarak antara Mandailing Natal ke Pelabuhan Teluk Tapang itu hanya 2,8 kilometer atau 3 kilometer saja.

"Hasil perkebunan sawit di Sumut bisa dibawa melalui Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat. Artinya ekonomi dua provinsi bisa tumbuh dengan baik," ujarnya.

Kalau melihat pada akses jalan selama ini yang ditempuh di Sumut menuju ke Sibolga membutuhkan waktu 128 kilometer.

Untuk itu, melalui melintasi daerah Mandailing Natal itu, akan dapat mempersingkat jarak tempuh untuk bisa masuk ke Teluk Tapang.

Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat Bakarudin menambahkan bagi Pasaman Barat selama ini, hasil produksi seperti crude palm oil (CPO) harus di bawah melalui jalur darat menuju Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang.

Jarak antara Pasaman Barat dengan Kota Padang amatlah jauh, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Dimana jarak tempuh dari Pasaman Barat menuju Pelabuhan Teluk Bayur Padang membutuhkan waktu 4,5 jam. Sementara bila menggunakan Pelabuhan Teluk Tapang untuk mengangkut CPO, jarak tempuh dari Sumbar bagian utaranya itu hanya 2 jam saja.

Untuk itu dengan adanya Pelabuhan Teluk Tapang tersebut, akan dapat memperpendek waktu pengiriman CPO.

Dampak lainnya dengan berkurangnya lalu lintas truk pengangkut CPO, juga membuat kondisi ketahanan jalan raya pun lebih lama.

"Nanti bila Pelabuhan Teluk Tapang ini beroperasi juga akan saling terintegritas dengan Pelabuhan Teluk Bayur Padang serta Pelabuhan Labuan Bajo di Kabupaten Kepulauan Mentawai," katanya.

Menurutnya tim Kementerian Perhubungan telah turun melakukan survei ke pelabuhan pada Minggu (13/7) melihat kondisi sebelum pembangunan dilakukan pada 2026.

Pihaknya telah menyerahkan sejumlah data pendukung untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang.

Untuk anggaran pembangunan sisi darat akan di Mulai pada tahun 2026 dengan anggaran Rp20 miliar dan pada 2027 sebesar Rp80 miliar (multi year).

-----

Teks Foto: Bupati Pasaman Barat Yulianto (tengah) saat mendampingi tim Kementerian Perhubungan meninjau Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Minggu (13/7/2025). ANTARA/Altas Maulana.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.