Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat meminta bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana yang terjadi pada 2024 kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan anggaran senilai Rp65,5 miliar.
"Insyaallah, dalam waktu dekat BNPB akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi usulan kita. Harapan kami, seluruh usulan ini dapat diprioritaskan pada akhir tahun 2025," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Rabu.
Ia mengatakan hasil verifikasi tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan pada Agustus untuk dianggarkan secepatnya sehingga infrastruktur rusak karena bencana di Padang Pariaman dapat segera diperbaiki.
Ia menyebutkan setidaknya ada 12 lokasi infrastruktur yang rusak di Padang Pariaman karena bencana dan diusulkan perbaikannya kepada BNPB.
Subsektor yang diajukan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, lanjutnya yaitu terdiri dari transportasi darat dan jembatan senilai Rp29.959.921.587 dan subsektor sumber daya air Rp35.620.000.000.
"Lokasi tersebut meliputi infrastruktur penting yang terdampak bencana seperti jalan, jembatan, bendungan, dan jaringan irigasi," katanya.
Pemkab Padang Pariaman juga telah menindaklanjuti usulan proposal bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2024 ke BNPB pada Senin (7/7) yang kedatangan rombongan yang terdiri dari bupati, sekretaris daerah serta sejumlah pejabat setempat itu diterima oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah.
"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Padang Pariaman agar upaya ini dapat segera membuahkan hasil dan bantuan dapat direalisasikan secepatnya," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau sejumlah infrastruktur rusak di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akibat bencana alam semenjak beberapa tahun terakhir.
"Hari ini (kami) sengaja melihat beberapa titik yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi infrastruktur rusak di Padang Pariaman.
Pada saat kunjungan tersebut Suharyanto meminta Pemkab Padang Pariaman segera mengirimkan proposal permohonan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak di daerah itu karena bencana.
