Solok (ANTARA) - Wakil Bupati Solok Candra tampil sebagai penceramah utama dalam acara Tabligh Akbar Masjid Raya Istiqomah Alahan Panjang, Senin (7/7) dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 H.
Kehadiran Wabup Candra menjadi bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap gerakan keumatan berbasis masjid yang tumbuh dari masyarakat.
Wabup Solok menyampaikan salam hangat dari Bupati Solok, Jon Firman Pandu, sekaligus apresiasi atas inovasi dan semangat pengurus dalam membangun "ruh masjid" di tengah masyarakat.
"Titip salam dari Bupati dan rasa bangga dari kami pemerintah Kabupaten Solok atas inisiasi program-program keummatan yang mampu membantu kinerja pemerintah. Inilah sebenarnya cara membangun yang kita harapkan: ada kolaborasi dan inisiatif dari masyarakat itu sendiri," ujar Wabup Candra.
Program Keummatan dan Kemandirian Masjid dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ust. Darma, disebutkan bahwa selama dua tahun terakhir Masjid Raya Istiqomah telah meningkatkan frekuensi santunan yatim piatu menjadi dua kali setahun. Selain itu, program tahsin dan tahfizh Al-Qur’an untuk anak yatim dan generasi muda juga terus berkembang.
Ketua pengurus masjid, Ust. Abrar Hasanah, menyampaikan bahwa gerakan ini terinspirasi dari kunjungan ke Masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Selain fokus pada pembinaan keagamaan, masjid juga mengembangkan usaha ekonomi, seperti program ikan larangan, untuk mendukung keberlanjutan kegiatan.
"Anak-anak yatim kami bina secara khusus melalui program Malam Bina Taqwa. Kami ingin mereka menjadi pelopor kemajuan masjid dan garda terdepan dalam gerakan keumatan,” jelas Abrar.
Di samping itu, dalam ceramahnya, Wabup Candra juga menyinggung pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat.
"ASN adalah pelayan publik, sebagaimana pengurus masjid adalah pelayan umat. Kita semua harus bekerja dari hati untuk kebaikan bersama,” tegasnya.
Ia juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program-program pemerintah. Menurutnya, membangun daerah tidak hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Wabup Candra mengangkat makna hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Hijrah adalah upaya peningkatan kualitas kehambaan kita kepada Allah SWT. Mari kita berhijrah dari yang buruk menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik, agar Solok menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” serunya.
Wabup juga mengajak nagari-nagari di Kabupaten Solok agar menyusun Peraturan Nagari untuk pencegahan penyakit masyarakat.
Ia menyebutkan, bagi nagari yang berhasil menjalankan program tersebut akan memperoleh reward dari Pemerintah Kabupaten Solok dan Gubernur Sumatera Barat berupa tambahan dana pembangunan.
