Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Obat anti-mual metoclopramide, yang dikonsumsi selama kehamilan, tak berkaitan dengan peningkatan mencolok resiko cacat utama bawaan, keguguran spontan, dan bayi meninggal saat dilahirkan, demikian satu studi yang disiarkan pada Selasa (15/10). Lebih dari 50 persen perempuan hamil mengalami mual dan muntah, ciri khas saat mereka hamil muda. Perawatan kebanyakan perempuan tersebut ditangani secara konservatif, tapi 10 persen sampai 15 persen perempuan yang mual dan muntah akhirnya menerima perawatan dengan menggunakan obat. Metoclopramide seringkali disarankan jika perawatan dengan antihistamine atau vitamin B5 gagal. Meskipun metoclopramide adalah salah satu obat yang paling umum menjadi pengobatan melalui resep pada perempuan hamil, data mengenai keamanan penggunaanya pada perempuan hamil terbatas, kata para peneliti dari Statens Serum Institut, Copenhagen. Mereka menganalisis lebih dari 1,2 juta kehamilan di Denmark dari 1997 sampai 2011 untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan metoclopramide dan dampak penyimpangan serius, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Di dalam studi itu, ada 28.486 bayi yang baru dilahirkan yang terpajan pada metoclopramide selama tiga bulan pertama ibu mereka hamil dan 113.698 bayi yang tak tak terpajan. Di antara bayi itu, 721 terpajan, atau 25,3 per 1.000 kelahiran, dan 3.024 bayi yang tidak terpajan, atau 26,6 per 1.000 kelahiran, didiagnosis mengalami cacat selama tahun pertama kehidupan mereka. Di dalam analisis mengenai kategori cacar per orangan, para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara penggunaan metoclopramide dalam tiga bulan pertama dan setiap 20 cacat, termasuk penyimpangan tabung syaraf, bibir sumbing, sumbing langit-langit mulut dan kekurangan anggota tubuh. Para peneliti itu juga tak menemukan peningkatan resiko keguguran spontan, bayi meninggal saat dilahirkan, kelahiran pradini, kekurangan berat dan keterbatasan pertumbuhan bayi yang berkaitan dengan penggunaan metoclopramide saat kehamilan. "Data keamanan ini mungkin membantu memberitahu pengambil keputusan ketika perawatan dengan menggunakan metoclopramide dipertimbangkan saat kehamilan," mereka menyimpulkan. Temuan tersebut disiarkan di Journal of the American Medical Association. (*/sun)
Berita Terkait
Polri kirim paket obat dan tim kesehatan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Minggu, 30 November 2025 5:05 Wib
Kemensos terbangkan langsung obat-dapur umum ke Aceh, Sumut, Sumbar
Sabtu, 29 November 2025 5:08 Wib
Keluarga jadi benteng utama cegah penyalahgunaan narkoba
Rabu, 5 November 2025 8:15 Wib
Legislator minta masyarakat waspada obat dan kosmetik tawarkan efek instan
Kamis, 16 Oktober 2025 19:27 Wib
Pemkot Payakumbuh dan BPOM perkuat sinergi pengawasan obat dan makanan
Rabu, 8 Oktober 2025 11:55 Wib
BPJS Kesehatan Cabang Solok pastikan FKRTL penuhi kebutuhan obat peserta JKN
Senin, 22 September 2025 18:36 Wib
Legislator minta masyarakat teliti konsumsi obat antisipasi produk ilegal
Kamis, 11 September 2025 13:39 Wib
Pemkab Solok ajak apotek jadi gerda terdepan cegah penyalahgunaan obat
Jumat, 5 September 2025 4:49 Wib
