Yusril: Penunjukan Yusron Jadi Dubes Karena Kemampuan

id Yusril: Penunjukan Yusron Jadi Dubes Karena Kemampuan

Jakarta, (Antara) - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan keputusan Presiden SBY menunjuk Yusron Ihza Mahendra sebagai Duta Besar RI untuk Jepang murni karena kemampuan, bukan karena ada kesepakatan khusus antara PBB dan PD. "Yusron diangkat sebagai duta besar Jepang bukan karena dia adik saya atau karena ada deal khusus atau ada deal antara PBB dengan Partai Demokrat, tapi murni karena kemampuannya," kata Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, Rabu. Yusril mengatakan hal itu, menanggapi penunjukan 22 nama oleh Presiden Yudhoyono sebagai duta besar untuk negara-negara Asia dan Eropa, di antaranya Yusron Ihza Mahendra sebagai duta besar RI untuk Jepang. Pencalonan Yusron menjadi duta besar di Jepang, menurut Yusril adalah murni inisiatif Yudhoyono sejak lama, bahkan sebelum Jusuf Anwar diangkat sebagai duta besar di Jepang. "Saya melihat, Yusron diangkat jadi Dubes di Jepang karena kemampuan, kecakapan, dan keahliannya. Dia memang sangat pantas untuk jabatan itu," ucap Yusril. Mantan Wakil Menteri Sekretaris Negara ini pun menjelaskan pendidikan dan perjalanan karir adiknya, Yusron Ihza Mahendra. Yusril menjelaskan, Yusron pantas menduduki jabatan duta besar RI di Jepang dan dia akan menjadi Dubes RI pertama yang fasih berbahasa Jepang sekaligus mengerti tentang kultur, politik, dan ekonomi Jepang. Yusron, kata Yusril memperoleh gelar sarjana hubungan internasional dari FISIP Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar LLM dan PhD dari University of Tsukuba Jepang. "Yusron menulis disertasi dalam Bahasa Jepang," ungkapnya. Yusril menambahkan, Yusron juga menulis berbagai buku dalam Bahasa Jepang dan diterbitkan di Negeri Sakura, serta menulis beberapa buku tentang politik, ekonomi, dan pertahanan yang diterbitkan di Indonesia. Yusron, kata dia, juga pernah menjadi pengamat ekonomi Asia Timur di Televisi NHK, juga menjadi dosen di Universitas Chiba, Jepang. "Yusron juga mempunyai banyak teman politisi Jepang, termasuk PM Abe dan mantan PM Fukuda," tuturnya. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.