Peduli pendidikan, Komunitas Pensila Agam salurkan donasi pendidikan

id berita agam, berita sumbar

Peduli pendidikan, Komunitas Pensila Agam salurkan donasi pendidikan

Ketua Pensila Agam, Depitriadi menyalurkan donasi biaya pendidikan ke salah seorang siswa di Lubukbasung, Sabtu (21/8). (Antara/HO- Pensila Agam)

Lubukbasung,  (ANTARA) - Komunitas Pensil Ajaib (Pensila) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyalurkan donasi untuk memenuhi biaya pendidikan sebesar Rp300 ribu per anak bagi siswa kurang mampu yang memiliki semangat belajar tinggi, Sabtu (21/8).

Ketua Pensila Agam, Depitriadi di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan pada aksi perdana itu, Aura Fazila Ramadhani (7) pelajar kelas 2 SDN 41 Sangkir menjadi sasaran penerima donasi.

"Tim Pensila menyambangi kediaman Aura Fazila Ramadhani di Lubuk Mangindo, Kecamatan Lubukbasung pada Sabtu (21/8) pagi. Kami menyalurkan donasi sebesar Rp300 ribu dan juga akan memberi bonus Rp50 ribu untuk setiap nilai A yang ada di rapor penerima," katanya.

Ia mengatakan, senyum bahagia terpancar dari wajah pelajar yang bercita-cita menjadi Polwan itu. Butir air mata juga tampak dari wajah Leni Harianti, orang tua Aura.

Donasi yang disalurkan itu merupakan aksi perdana Pensila yang baru terbentuk beberapa bulan lalu.

"Dana merupakan donasi yang dikumpulkan dari aksi adopsi pensil dari donatur. Saat ini donatur baru orang-orang terdekat, karena masih terkendala di sisi legalitas untuk penggalangan donasi untuk masyarakat luas," katanya.

Ia menambahkan, sasaran penerima tidak harus pelajar yang berprestasi, namun yang memiliki semangat belajar yang tinggi, dan kurang mampu.

Ke depan ia berharap aksi peduli pendidikan itu akan terus berlanjut dan mendapat dukungan dari masyarakat banyak.

"Dukungan para donatur dan pihak lainnya sangat diharapkan agar Pensila ini terus eksis merentang uluran kasih untuk Aura lain di sekitar kita. Selain itu, kami juga butuh dukungan dalam upaya mengurus administrasi legalitas komunitas," katanya.

Ia menambahkan, Pensila terbentuk beranjak dari kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak tidak mampu di daerahnya.

Persoalan biaya kerap menjadi batu sandungan sebagian anak usia sekolah dalam melanjutkan cita-cita pendidikannya, sehingga tidak heran jika angka putus sekolah banyak disumbang oleh anak-anak berasal dari kelompok keluarga yang tidak mampu.

"Kondisi ini membuat sebagai anak tidak melanjutkan pendidilan mereka," katanya.

Sementara itu, Orang Tua Aura, Leni Harianti mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

"Terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga menjadi berkah bagi keluarga kami, Aura bisa lebih semangat lagi belajar dan aksi ini bisa terus berlanjut, agar dapat membantu pelajar yang lain," katanya.

Ia mengakui, Aura merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Untuk membiaya pendidikan tiga orang anaknya, ia berjualan lontong sayur.

Selama ini, Aura memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Buktinya, sejak kelas satu SD, Aura selalu meraih peringkat tiga di kelas.

"Tidak hanya belajar, Aura juga rajin pergi mengaji, bahkan meski hujan ia tetap pergi mengaji ke MDA," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.