Logo Header Antaranews Sumbar

Jalan provinsi terputus dampak bencana hidrometeorologi, warga Subang-Subang, Agam terisolir (Video)

Selasa, 20 Januari 2026 12:28 WIB
Image Print
Kondisi jalan di Ujuang Karang, Jorong Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam rusak berat dampak dibawa arus sungai. Dok ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Jalan provinsi menghubungkan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menuju Sasak, Kabupaten Pasaman Barat terputus dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025, mengakibatkan ratusan warga Subang-subang kabupaten itu terisolir.

Tokoh Masyarakat Tiku Lima Jorong, Agusmedi Sidi Bandaharo di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan jembatan ruas jalan provinsi Tiku-Sasak terputus tiga titik dibawa arus dan jalan amblas terbawa arus sungai sekitar 100 meter.

"Ada tiga titik jembatan terputus tidak bisa dilalui kendaraan dan termasuk badan jalan habis dibawa arus sungai," katanya.

Ia mengatakan akibat kejadian itu, ratusan masyarakat di Subang-subang, Nagari atau Desa Tiku Lima Jorong terisolir, setelah jembatan putus total dan jalan alternatif menuju lokasi tidak ada.

Dengan kondisi itu, warga dan pelajar menggunakan perahu yang disediakan masyarakat sekitar untuk membawa sepeda motor dengan biaya Rp25 ribu satu perjalanan.

"Kalau pulang pergi, warga dan pelajar mengeluarkan biaya Rp50 ribu untuk menyeberangkan sepeda motornya," katanya.

Ia menambahkan untuk jalan yang habis dibawa arus sungai sepanjang 100 meter dan jembatan putus di Ujuang Karang, Jorong Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, dialihkan ke jalan plasma milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tiku Lima Jorong.

Jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat dan enam. Namun kendaraan hanya bisa sampai ke Labuhan.

Untuk itu, ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut, agar akses kembali normal untuk keluar dari daerah mereka maupun membawa hasil perkebunan kelapa sawit dan hasil perkebunan lainnya.

"Ini jalan utama untuk menghubungkan dua kabupaten dan perlu diperbaiki segera," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar.

"Kita sudah cek lapangan bersama bupati, wakil bupati dan termasuk Dinas BMCKTR Sumbar," katanya.

Ia mengakui ruas jalan Tiku-Sasak tersebut sudah diprogramkan oleh Dinas BMCKTR Sumbar dan telah dimasukkan ke Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk perbaikan jalan dan jembatan.

Saat ini ruas jalan Tiku ke Labuhan sudah dialihkan dan Labuhan-Subang-subang menggunakan perahu ponton.

Jalan Labuhan-Subang-subang ini disegerakan untuk membuat jembatan bailey.

"Ada tiga jembatan rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan. Ini butuh peninjauan dan kajian lebih lanjut oleh Dinas BMCKTR Sumbar," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026