Ini sejumlah provinsi yang diprakirakan BMKG berpotensi hujan lebat disertai angin

id hujan lebat, BMKG, taifun Suriage, prakiraan cuaca

Ini sejumlah provinsi yang diprakirakan BMKG berpotensi hujan lebat disertai angin

Ilustrasi - Hujan lebat mengguyur sebentar menyebabkan jalan raya terendam di Medan, Sumatera Utara, Rabu (19/6/2019). Dok ANTARA

Jakarta, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa dan Sumatera berpotensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Kamis, Taifun Surigae yang terpantau di Samudera Pasifik timur Filipina bergerak ke arah barat laut. Hal itu secara tidak langsung membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi memanjang dari Kalimantan bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Maluku Utara hingga Samudera Pasifik di utara Papua Barat.

Selain itu, terbentuk juga daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi memanjang dari Kalimantan Tengah hingga pesisir timur Kalimantan Utara.

Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di perairan barat Sumatera Utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari perairan Aceh hingga pesisir timur Sumatera Utara.

Semua kondisi itu meningkatkan potensi hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di sejumlah daerah mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung untuk wilayah Sumatera.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Selain itu wilayah Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat juga berisiko mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

Potensi hujan juga terdapat untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

BMKG juga memperingatkan beberapa wilayah masuk dalam kategori waspada terhadap risiko banjir dan banjir bandang karena hujan lebat, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Kalimantan Utara.

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar