Padang (ANTARA) - Pemesanan batu nisan di Padang mulai meningkat sejak awal Februari 2021 karena banyak masyarakat yang ingin memperbaiki makam keluarganya yang telah wafat jelang memasuki bulan Ramadhan.
"Sejak awal bulan Februari pemesanan mulai meningkat hingga 30 persen hal itu dikarenakan bulan puasa sudah mulai dekat dan banyak pihak keluarga almarhum yang ingin membuat batu nisan yang baru," kata penjual batu nisan Linda di Padang, Selasa.
Menurut Linda, saat pandemi COVID-19 pada 2020, pemesanan masih sepi karena perekonomian masyarakat menurun namun pada tahun ini setelah perekonomian mulai kembali berjalan maka masyarakat mulai bisa menyisihkan sebagian uang mereka untuk perbaikan makam keluarganya.
Batu nisan yang di jualnya ada tiga macam yang pertama yaitu batu nisan tancap mulai dari harga Rp350 ribu untuk anak-anak, Rp500 ribu untuk ukuran menengah dan Rp1,5 juta untuk ukuran besar serta memiliki dua model yakni model segitiga dan model kubah.
Kemudian, kepala makam yang dijual mulai dari harga Rp800 ribu untuk model biasa dan Rp1,8 juta untuk model kepala makam buku.
Terakhir adalah makam keramik atau casing makam yang dijual mulai dari harga Rp1,2 juta hingga Rp4,5 juta tergantung model dan ukuran serta jenis keramik yang dipakai. Untuk makam anak-anak dijual dengan harga Rp850 ribu.
Untuk omset penjualan batu nisan, ia mendapat sebesar Rp35 juta per bulan dengan jumlah pesanan sebanyak 90 batu nisan.
"Angka tersebut cukup lumayan dari pada tahun lalu dengan penjualan Rp25 juta sebulan. Untuk Februari ini sehari ada yang pesan 4 sampai 5 makam sehingga sampai hari ini sudah ada sekitar 92 pesanan," ujar dia.
Selain itu, ia mengatakan jika 2 minggu menjelang bulan puasa pemesanan makam meningkat menjadi dua kali lipat hal itu karena banyak masyarakat yang melakukan ziarah kubur sekaligus memasang batu nisan atau memperbaiki makam keluarganya yang telah lama wafat.
Adapun lamanya waktu pemesanan tergantung jenis makam yang dipesan, untuk pemesanan batu nisan tancap dan kepala makam akan selesai dalam waktu lima hari sedangkan makam keramik perlu waktu satu minggu.
Selain menjual makam, ia juga menjual batu peresmian yang terbuat dari tiga bahan yaitu batu granit, marmer dan porselen serta harganya sama yaitu Rp1,4 juta dengan ukuran 40 cm x 60 cm.
Selama menjual batu nisan ia tidak pernah menutup tokonya saat malam hari dan hanya membiarkan makam-makam itu terpajang di luar. Meski begitu, selama 8 tahun berjualan ia tidak pernah mengalami kehilangan.
Sementara itu, seorang pembeli Parvati (73) mengatakan ia memesan makam untuk suaminya yang telah wafat sejak 2003 karena batu nisan yang lama telah hilang sehingga makam suaminya ditimpa oleh makam yang lain.
"Makam suami saya lebarnya hanya tinggal sejengkal karena sudah ditimpa oleh makam lain dan tanahnya juga sudah rata sehingga pelayat tidak tahu kalau itu kuburan dan mereka menginjaknya jadi untuk itu saya pesan batu nisan baru untuk memberi tanda," kata dia.
