Korban meninggal longsor tambang emas di Solok Selatan bertambah

id longsor tambang emas,tambang emas ilegal,tambang emas solok selatan

Korban meninggal longsor tambang emas di Solok Selatan bertambah

Ilustrasi - Alat berat dioperasikan untuk menambang emas ilegal di kawasan pedalaman Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (29/8/2020). Aktivitas penambangan emas ilegal kian marak di pedalaman Aceh Barat akibat minimnya pengawasan dari pihak berwenang sehingga dikhawatirkan dapat memicu bencana alam terutama banjir dan tanah longsor. (Antara Aceh/Syifa Yulinnas)

Padang Aro (ANTARA) - Sebanyak dua orang lagi korban yang tertimbun longsor lubang tambang emas di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat ditemukan sudah meninggal dunia pada Rabu sore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Inroni Muharamsyah, di Padang Aro, Kamis mengatakan kedua korban yang ditemukan yaitu Miyanto (51) tahun warga Bunut Selatan Provinsi Lampung dan Sulistiyono (41) warga Pati Jawa Tengah.

"Kedua korban dievakuasi Rabu pukul 17.00 WIB dan sampai di Puskesmas Abai sekitar pukul 19.30 Wib dan langsung dibawa ke Dharmasraya," ujarnya.

Dengan ditemukan kedua orang ini katanya, total korban meninggal di lokasi galian tambang sebanyak empat orang.

Sedangkan dua orang lagi ditemukan dalam keadaan selamat, hanya terdapat luka dan hingga Rabu malam masih dirawat di Puskesmas Abai.

Kedua korban selamat yaitu Rifan Saifudin (28) dan Aji (30) warga Pati Jawa Tengah.

"Total ada enam orang korban yang ditemukan dengan kondisi dua hidup dan empat orang meninggal dan semuanya bukan warga Solok Selatan," ujarnya.

Longsor lobang galian tambang terjadi pada Senin (11/1) pukul 20.30 Wib di Kimbahan Kecamatan Sangir Batang Hari.

Sedangkan BPBD, katanya baru mendapat informasi pada Selasa, 12/1 pukul 17.10 Wib dan langsung menuju lokasi.

Longsor tambang emas terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah menjadi labil dan terjadi longsoran galian tambang yang mengakibatkan enam orang tertimbun. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar