UNP toreh prestasi bidang pendampingan desa wisata

id berita padang,berita sumbar,unp

UNP toreh prestasi bidang pendampingan desa wisata

Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D bersama Dekan dan Wakil Dekan FPP UNP saat menghadiri penganugrahan dari Kemenparekraf beberapa waktu lalu. (antarasumbar/Istimewa)

Dari 177 PT yang ikut hanya 107 PT yang mengirimkan laporan ke Kemenparekraf kemudian dikelompokkan ke dalam 20 besar PT terbaik lalu dilakukan visitasi apakah cocok yang dilaporkan dengan kenyataan yang ada di lapangan dengan mendatangkan tim juri d

Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) khususnya Fakultas Pariwisata Perhotelan (FPP) berhasil menoreh prestasi dipenghujung 2020 yakni masuk 10 besar sebagai Perguruan Tinggi (PT) terbaik untuk pendampingan desa wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Wakil Dekan I FPP UNP Dr. Yuliana, M.Si di Padang, Rabu, mengatakan bahwa dari 177 PT se Indonesia yang mengikuti program tersebut, UNP berhasil masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik.

"Dari 177 PT yang ikut hanya 107 PT yang mengirimkan laporan ke Kemenparekraf kemudian dikelompokkan ke dalam 20 besar PT terbaik lalu dilakukan visitasi apakah cocok yang dilaporkan dengan kenyataan yang ada di lapangan dengan mendatangkan tim juri dari Kemenparekraf," kata dia.

Ia menambahkan bahwa setelah dilakukan visitasi oleh tim juri kemudian diurutkan kembali pemeringkatannya dan UNP berada diurutan terbaik ke tujuh.

Ia mengatakan ada empat kriteria penilaian dari juri yang pertama adalah pelayanan. Pelayanan itu meliputi bagaimana model atau cara pelayanan yang diberikan oleh PT ke masyarakat seperti melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan.

Selanjutnya, kedua yaitu kelembagaan, dengan membentuk kelembagaan desa wisata seperti struktur organisasinya. Ketiga, fasilitas yang diberikan oleh PT dan yang terakhir CSR yang dilibatkan.

Ia mengatakan bahwa dari empat kriteria tersebut, UNP hanya kurang satu penilaian saja yaitu belum ada CSR yang terlibat dalam kegiatan pendampingan desa wisata.

"Ini yang masih perlu ditingkatkan, kalau kami menggandeng CSR sebelumnya tentu insentif yang diterima lebih besar pula dari kementerian dan untuk tahun ini kami menerima uang apresiasi sebesar Rp5 juta," terangnya.

Pada program Kemenparekraf tersebut, UNP menerima penghargaan untuk pendampingan desa wisata di Kampung Wisata Payo, Kota Solok, Sumatera Barat. Walaupun baru satu tahun mengelola desa wisata tersebut, ia bersyukur UNP mampu mengukir prestasi tersebut.

Kedepan, awal 2021 pihaknya sudah membuat suatu program melalui Dinas Pariwisata Kota Solok untuk menggandeng CSR salah satunya memasukkan usulan ke Bank Indonesia.

Yuliana mengatakan bahwa kegiatan pendampingan di Kampung Wisata Payo sudah mulai dilakukan sejak 2019 dengan membangun destinasi baru yaitu Payo Nature kemudian membuat gazebo, tempat duduk ayunan untuk foto-foto, toilet dan lainnya yang pembangunannya dilakukan oleh masyarakat lokal secara gotong royong dan UNP bantu membelikan bahannya.

"Sebelumnya baru ada satu objek wisata yaitu Agro Wisata Batu Patah, di sana kami juga membina warung untuk makan dan minum, namanya warung Samadi dan kami bantu dalam pendanaan bangunannya," kata dia.

Kemudian, pada 2020 pihaknya mengembangkan lagi tempat wisata tersebut dengan menambah satu gazebo dan memantapkan Pokdarwis Payo Nature kemudian membina UKM kuliner supaya ada pemasukan dengan memanfaatkan bahan lokal dan membuat serundeng ubi, pisang krispi, dan dendeng pisang. Setelah itu, pihaknya membantu membuatkan packaging untuk dijual oleh masyarakat.

Ia mengatakan bahwa di Payo tersebut ada sesuatu yang khas yaitu ada bunga krisan dan kopi, ada sekitar 50 hektar tanaman kopi, dan pihaknya telah menggagas atraksi wisata memetik kopi dan memetik bunga krisan.

"Kami membuat paket wisata, wisatawan yang datang ke Kota Solok kami ajak ke Payo Nature, Batu Patah, Air Terjun, kemudian memetik dan minum kopi di warung Samadi dengan makan di gazebo yang terkenal dengan gulai batang pisangnya, dan kalau sedang ada panen bunga krisan wisatawan juga bisa memetik bunga krisan," tambahnya.

Untuk tahun depan, pihaknya berencana akan melakukan pengembangan kopi yang tidak hanya sekedar diminum tapi bisa diolah ke dalam bentuk makanan seperti roti, kue, cake dan lainnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.