Wall Street naik, pertama kalinya Nasdaq ditutup di atas 11.000

id Wall Street,indeks Dow,indeks S&P 500,indeks Nasdaq

Wall Street naik,  pertama kalinya Nasdaq ditutup di atas 11.000

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang keuntungan hari sebelumnya, dengan Nasdaq ditutup di atas 11.000 poin untuk pertama kalinya didukung oleh kenaikan kuat pada saham-saham terkait teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 185,46 poin atau 0,68 persen menjadi ditutup di 27.386,98 poin. Indeks S&P 500 bertambah 21,39 poin atau 0,64 persen menjadi berakhir di 3.349,16 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 109,67 poin atau 1,00 persen, menjadi 11.108,07 poin.

Saham-saham raksasa teknologi Amerika Serikat, yang disebut kelompok FAANG terdiri dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google (induk perusahaan Google, Alphabet), semuanya berakhir lebih tinggi, ketika para investor mengharapkan paket stimulus fiskal baru.

Saham-saham teknologi kelas berat seperti Apple melonjak 3,49 persen dan Facebook melambung 6,49 persen membantu mempercepat kenaikan pada indeks. Nasdaq mencapai rekor baru pada awal perdagangan, dan ditutup di atas angka 11.000 untuk pertama kalinya.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi masing-masing melonjak sebesar 2,45 persen dan 1,46 persen, melampaui sektor lainnya. Sedangkan, sektor energi turun 0,71 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Pergerakan itu terjadi setelah data menunjukkan hampir 1,19 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan Dow Jones sebesar 1,423 juta.

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, muncul di 1,186 juta pada pekan yang berakhir 1 Agustus, menyusul revisi naik 1,435 juta pada pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (6/8).

Angka terbaru menandai minggu ke-20 berturut-turut bahwa klaim baru mencapai satu juta karena pandemi memaksa perusahaan-perusahaan merumahkan karyawannya dan PHK di seluruh negeri.

Wall Street juga menunggu paket bantuan fiskal berikutnya untuk mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 lebih lanjut. Tetapi Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan pada Kamis (6/8) Partai Republik dan Demokrat tetap terbelah tentang apa yang akan dimasukkan dalam gelombang bantuan berikutnya.

Menjelang tenggat waktu untuk paket stimulus baru, fokus sekarang bergeser ke laporan pekerjaan Juli pada Jumat pagi waktu setempat, dengan para analis memperkirakan kenaikan 1,58 juta pekerjaan baru untuk bulan lalu dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 10,5 persen.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar