Menteri Desa kunjungi rumah batik HW Trans KTM Lunang Silaut

id menteri desa, berita pesisir selatan, berita sumbar

Menteri Desa kunjungi rumah batik HW Trans KTM Lunang Silaut

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar membubuhkan tandatangan di pada lembaran batik. (Antara/Istimewa)

Painan, (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar berkunjung ke rumah produksi batik printing Himpunan Wira Usaha Transmigrasi (HW Trans) Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat guna memotivasi pengrajin, Sabtu.

Dalam kunjungannya menteri didampingi Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan disambut pimpinan Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut, Dewi Hapsari Kurniasih.

Untuk mendorong dan memotivasi para perajin batik dan dalam kesempatan itu menteri menyempatkan diri membubuhkan tanda tangan pada kain batik yang sedang dalam proses printing.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya dan anggota perajin batik lainnya di rumah produksi ini. Sebab melalui kunjungan selama dua hari ke daerah ini, beliau menyempatkan diri singgah ke tempat kami," kata Dewi Hapsari Kurniasih.

Pimpinan Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut, yang akrab Dewi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan menteri bersama rombongan ke tempat usahanya itu.

Ia menyebut saat ini terdapat dua motif batik yang diunggulkan dan diproduksi di Rumah Produksi Batik Printing HW Trans Lunang Silaut ini. Diantaranya, batik tanah liek, dan batik Mandeh Rubiah.

Terkait berapa harga per meter batik yang diproduksi di rumah batik itu, tergantung dari permintaan konsumen.

"Saya katakan demikian, sebab bila pemesanan meminta batik tulis, harganya akan lebih mahal atau bisa di atas Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per meter. Beda bila pembuatannya dilakukan dengan cara di printing, tentu akan lebih murah. Namun itu tergantung pula pada jenis kain yang digunakan," katanya lagi.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar