Padang, (ANTARA) - Sebanyak 1.870 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 12 Provinsi yang ada di Indonesia.
"Pelaksanaan KKN pada tahun ini berbeda programnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya KKN dilakukan dengan program Pemberdayaan dan kolektif, namun tahun ini dilakukan dengan mandiri dengan program Kuliah Kerja Nyata Di Rumah (KKN-DR), mahasiswa melaksanakan KKN dari rumah kampungnya sendiri, secara mandiri," kata Rektor IAIN Bukittinggi Dr. Ridha Ahida, M.Hum melalui siaran pers yang diterima Antara Sumbar di Padang, Kamis.
Menurut dia program KKN-DR dilaksanakan sebagai dampak pandemi COVID-19 yang melanda sebahagian dunia sehingga KKN seperti biasanya tidak dapat dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan mahasiswa menyusun berbagai kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. Seperti melakukan penulisan yang dapat mengedukasi dan memberikan pencerahan yang berguna untuk masyarakat.
Ia menyampaikan pelaksanaan KKN-DR IAIN Bukittinggi mulai 10 Juni hingga 20 Juli 2020 diikuti sebanyak 1.870 mahasiswa dari empat fakultas yaitu, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.
KKN-DR menjadi salah satu bentuk peran strategis kampus dan mahasiswa ikut serta memutus rantai dan pencegahan terhadap penyebaran pandemi COVID-19 ini dengan tema berperan aktif untuk penanggulangan pandemik covid 19 tersebut.
Oleh sebab itu mahasiswa dituntut untuk merancang kegiatan akademik yang bisa berkontribusi untuk mengedukasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat secara luas.
Ketua Badan Pelaksana (BP) KKN-DR IAIN Bukittingg DR. Silfia Hanani,M.Si didampingi oleh Sekretaris BP KKN-DR Tarfkir, S.Ag berharap kepada semua lapisan masyarakat dan pemangku jabatan untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa peserta KKN-DR dalam melakukan kegiatan.
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa tidak berupa berkelompok tetapi aktif mengerjakan kegiatan akademik yang berimplikasi kepada pengembangan edukasi kepada masyarakat luas, ujarnya.
Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat IAIN Bukittinggi DR. Afrinaldi, MA menjelaskan KKN-DR tidak sama konsep dan programnya dengan KKN- yang biasa.
Untuk itu mahasiswa peserta KKN-DR harus menginformasikan dan mengkomunikasikan dengan baik kepada pihak-pihak yang mempertanyakan masalah KKN-DR ini. KKN-DR dilakukan tidak berkelompok dan tidak pula dilakukan dengan bebas bermasyarakat, tetap mengacu pada buku pendoman KKN-DR yang diberikan, kita tidak menginginkan mahasiswa peserta KKN mengalami permasalahan dalam berbagai hal terutama terkait dengan kesehatan, kata dia.
Afrinaldi berpesan, lakukan KKN-DR itu dengan semaksimalnya, jadikan kegiatan sebaik-baiknya supaya dapat berguna bagi masyarakat luas. Jadilah peserta KKN-DR yang menginspirasi dan berdaya guna di masyarakat, sekalipun kita semua berada dalam ruang gerak sosial yang terbatas.
