Pariaman (ANTARA) - Salah seorang mahasiswi Politeknik Negeri Padang Putri Ramadhani yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) menciptakan dan menjual emping melinjo berbagai rasa selama menjalankan pendidikannya.
"Ide ini muncul karena selama ini rasa emping melinjo yang masih tradisional yaitu ada rasa pahit," kata Putri Ramadhani di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan karena masih bersifat tradisional tersebut dan kemasannya pun menggunakan plastik bening sehingga kurang diminati oleh generasi muda.
Oleh sebab itu, Putri berkreasi dengan membuat dan memasarkan emping dengan merek dagang Karupuak Baguak atau emping melinjo yang dikemas dalam bentuk modern sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli.
"Sudah tidak saatnya mengemas produk dengan kantong plastik, sehingga saya membuat kemasannya khusus. Jadi produk tradisional yang dikemas secara modern," katanya.
Ada lima variasi rasa emping yang diproduksinya dan dapat dilihat pada kemasan yang ditulis dengan bahasa Minangkabau yaitu 'biaso' atau original, 'padeh salayang' atau pedas manis, 'pedas' atau sangat pedas, 'manih muluik' atau jagung bakar, dan 'kabau panggang' atau barbeku.
Ia menyampaikan awal pembuatan emping melinjo tersebut semenjak Putri masuk kuliah pada 2018 yang selanjutnya dirinya mendapatkan dana melalui program mahasiswa wirausaha pada 2019 yang digunakannya untuk mengembangkan usahanya salah satunya membuat kemasan.
Karena cita rasa emping melinjo dan kemasannya yang dibuatnya, lanjutnya maka dia diutus oleh pihak kampus untuk mengikuti kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia di Batam pada 2019.
Saat ini emping yang hanya dikerjakan oleh anggota keluarganya itu dijual dengan harga Rp6 ribu untuk ukuran 100 gram yang pemasarannya tidak saja secara konvensional namun juga dalam jaringan atau online.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengapresiasi Putri karena dapat memproduksi emping melinjo yang merupakan makanan khas daerah dan dikemas dengan menarik.
Apalagi, lanjutnya mahasiswi tersebut kuliah melalui program Saga Saja yang dibentuknya dalam beberapa tahun terakhir yang tujuannya untuk meningkatkan pendidikan warga Pariaman sehingga nanti berimbas pada peningkatan ekonomi keluarga.
"Usaha yang dijalankannya pun sejalan dengan jurusannya yang dipilihnya yaitu Administrasi Niaga dengan program studi Administrasi Bisnis, apalagi dia kuliah sambil berusaha" ujarnya.
Ia menyampaikan mahasiswi tersebut merupakan salah satu dari puluhan pemuda Kota Pariaman yang sedang menjalankan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemkot Pariaman dalam program Saga Saja.
Ia mengatakan pihaknya akan membeli produk yang dihasilkan mahasiswi tersebut sehingga dapat menambah motivasi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Saga Saja lainnya untuk juga berkreasi guna meningkatkan perekonomian keluarga.
Ia menyebutkan saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Sumbar dan untuk tahun ini Universitas Indonesia telah mulai menerima mahasiswa asal Pariaman melalui Saga Saja sedangkan Institut Pertanian Bogor, dan Institut Teknologi Bandung direncanakan tahun besok.
"Nanti kampus-kampus terbaik di Indonesia ditargetkan juga ikut bekerja sama dengan Pariaman," tambahnya.
