Thailand Dingin Terhadap Tuntutan Lima Butir BRN

id Thailand Dingin Terhadap Tuntutan Lima Butir BRN

Kualalumpur, (Antara/TNA-0ANA) - Tim keamanan Thailand menghadiri pembicaraan perdamaian di ibu kota Malaysia pada Senin dan mengakui, tapi menolak, berkomitmen pada lima butir tuntutan kelompok gerilyawan Thailand selatan. Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Paradorn Pattanathabut kepada wartawan setelah hampir delapan jam pertemuan itu menyatakan akan melaporkan rincian penmbicaraan tersebut kepada Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada Selasa. "Mereka berulang kali menekankan permintaan itu tetapi kita tidak bisa menerimanya. Kami hanya mendengarkan," katanya. Letjen Paradorn memimpin delegasi 10-anggota untuk pembicaraan yang dihadiri pejabat senior Malaysia itu. Kedua pihak menetapkan 13 Juni sebagai putaran ketiga pembicaraan perdamaian mereka. Kepala NSC mengatakan sebelum menghadiri pertemuan itu, bahwa Thailand kecewa dengan permintaan terbaru BRN, yang diumumkan oleh kepala kantor penghubung Hassan Taib di YouTube pada Minggu. Dia mengatakan kepada Hassan dalam pertemuan kemarin, bahwa Thailand ingin melihat kekerasan berkurang di provinsi perbatasan selatan negara itu yang merupakan satu-satunya cara untuk membuktikan kendali sejati Hassan atas BRN. Jenderal Paradorn mengatakan ia memberikan Hassan satu bulan untuk membuktikan bahwa ia benar-benar mewakili BRN meskipun menegaskan bahwa dia mengendalikan gerakan itu. Kelompok ini bersikeras bahwa Malaysia akan diberi peran mediator, bukan fasilitator, dalam pembicaraan perdamaian dan anggota lain Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus terlibat dalam proses perdamaian. Pihaknya juga meminta pemerintah Thailand untuk mengenali BRN sebagai gerakan pembebasan, bukan sebagai kelompok separatis. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.