Baru 26 program studi PTS di wilayah LLDIKTI X berstatus unggul

id Berita Padang, padang terkini, berita Sumbar, LLDIKTI Wilayah X,Prodi Unggul PTS

Baru 26 program studi PTS di wilayah LLDIKTI X berstatus unggul

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof Herri (Antara/Laila Syafarud)

Padang (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X yang meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi menyebutkan sampai saat ini baru 26 program studi (Prodi) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah kerjanya yang berstatus unggul.

"Saat ini baru 26 Prodi yang terakreditasi A di PTS. Selebihnya Prodi yang terakreditasi B baru mencapai 60 persen dan di bawahnya masih terakreditasi C dari total keseluruhan," kata Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof Herri di Padang, Jumat.

Ia berharap dalam waktu lima tahun ke depan Prodi yang masih terakreditasi C segera menjadi B yaitu mencapai 70 sampai 80 persen.

Lebih lanjut ia mengatakan Prodi yang telah memperoleh akreditasi B harus diusahakan untuk bisa menjadi A.

"Tentunya perlu diadakan kegiatan berupa pembinaan dan memfasilitasi kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak," kata dia.

Ia juga mengatakan LLDIKTI Wilayah X merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk melayani beberapa PTS yang ada di empat provinsi yakni Sumbar, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi.

Untuk itu ia meminta agar seluruh tenaga pendidik dan pegawai di LLDIKTI Wilayah X mampu menunjukkan etos kerja yang bagus sehingga dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas.

Ia menjelaskan LLDIKTI diamanahkan untuk fokus memberikan layanan terbaik kepada penyelenggaraan pendidikan tinggi karena dengan layanan yang baik akan meningkatkan kualitas pendidikan.

Untuk tenaga pendidik, mereka merupakan salah satu faktor penentu berhasilnya pendidikan di suatu perguruan tinggi. Apabila mereka mampu meningkatkan kualitas diri maka kualitas perguruan tinggi tempat mereka bekerja akan lebih baik.

“Kita mengajak seluruh pihak untuk berbenah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan ke depannya,” kata dia.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar