Masih dibelit permasalahan lahan, Bandara Rokot ditargetkan bisa didarati pesawat ATR 72 pada 2023

id bandara rokot, mentawai,selancar, ombak keren

Masih dibelit permasalahan lahan, Bandara Rokot ditargetkan bisa didarati pesawat ATR 72 pada 2023

Wakil Gubernur Sumbar bersama Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin melihat maket Bandara Rokot yang akan diperpanjang. (ANTARA/HO)

Padang (ANTARA) - Bandara Rokot di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ditargetkan bisa didarati pesawat jenis ATR 72 pada 2023, setelah landasan pacu ditambah dari 800 meter menjadi 1.600 meter.

Pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop berkapasitas 78 penumpang itu diyakini bisa mendorong pengembangan pariwisata di daerah perbatasan RI itu.

"Kita berharap masyarakat di sekitar bandara mendukung upaya memperpanjang landasan pacu bandara ini," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Senin.

Menurutnya saat ini masih ada permasalahan lahan dengan masyarakat sekitar bandara. Namun ia berharap bisa diselesaikan secepatnya sehingga pada 2020 sudah dimulai pemerataan lahan. Kemudian 2021 pekerjaan fisik selesai dan 2022 bandara secara keseluruhan selesai dan 2023 sudah bisa beroperasi.

Menurutnya dengan pesawat sekaliber ATR 72 itu, bisa dibuka penerbangan dari beberapa daerah secara langsung seperti Batam, Bengkulu, Sibolga, Padang, Jambi dan Pekanbaru.

"Jika hal ini terwujud, maka ekonomi akan membaik, tenaga kerja akan bertambah banyak dengan tetap memprioritaskan putra daerah," ujarnya.

Namun jika pembangunan bandara Rokot terkendala dan tidak bisa dilanjutkan karena persoalan lahan, maka anggaran untuk pembangunan akan dipindahkan ke daerah lain.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin mewujudkan rencana tersebut karena yang akan diuntungkan tentu masyarakat Mentawai juga.

"Di tahun 2022 atau 2023, apabila ini selesai dan ditambah lagi trans Mentawai juga sudah, maka saya yakin Kabupaten ini akan keluar dari daerah tertinggal," sebutnya.

Sebelumnya Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin ikut meninjau sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ia menilai keberadaan bandara akan menjadikan Mentawai sebagai lokasi wisata kelas dunia, karena akan mempermudah para wisatawan masuk ke daerah tersebut.

"Dari pendapat praktisi pariwisata, kunci paling penting dalam membangun wisata di Mentawai ini adalah bandara yang lebih baik, jadi dengan ini akan hadir terobosan penting dan sangat bermanfaat," katanya.

Selama ini Bandara Rokot hanya bisa didarati oleh pesawat kecil sejenis Cessna, Viper, dan Twin Otter karena panjang lintasan baru 800 meter.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar