UMKM di Bukittinggi pasarkan kopi Bukik Apik dalam bentuk olahan roti

id Pemilik usaha Tsanaike,berita bukittinggi,bukittinggi terkini,berita sumbar,sumbar terkini

UMKM di Bukittinggi pasarkan kopi Bukik Apik dalam bentuk olahan roti

Pemilik usaha Tsanaike saat membuka lapak di salah satu acara yang diselenggarakan pemerintah setempat di area Istana Bung Hatta Bukittinggi. (ANTARA/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (ANTARA) - Seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat memasarkan kopi robusta yang diproduksi oleh pelaku usaha penggilingan kopi di Kelurahan Bukik Apik dalam bentuk roti.

Pemilik usaha bernama Tsanaike yang memproduksi roti kopi Syumidia di Bukittinggi, Selasa, mengatakan produk tersebut semula dibuat karena kegemaran anak-anaknya terhadap produk serupa, namun karena harga cukup mahal, permintaan anak-anak tidak selalu bisa dituruti.

"Karena mahal, akhirnya belajar membuat sendiri. Hingga bertemu rasa yang pas baru mencoba dipasarkan," katanya.

Produk roti berbahan kopi tersebut kemudian dikenal oleh pemerintah daerah setempat saat digelar acara lomba meracik kopi Bukik Apik pada April 2018 di pelataran Jam Gadang.

Ia menerangkan lomba itu dilaksanakan untuk mengangkat kembali kopi Bukik Apik yang kala itu kalah tenar dibanding nasi kapau atau kerupuk sanjai sebagai produk unggulan daerah. Dalam kesempatan itu dirinya merupakan satu-satunya pelaku usaha yang menyuguhkan kopi dalam bentuk makanan.

"Ternyata diapresiasi oleh pemerintah daerah sehingga jadi bercita-cita roti ini bisa jadi oleh-oleh baru dari Bukittinggi dengan bahan kopi Bukik Apik," katanya.

Namun sayangnya ia terkendala pemasaran karena tingginya sewa toko atau kios agar mudah dijangkau oleh wisatawan sehingga sebagai solusi ia berjualan melalui media sosial Instagram dengan nama akun @diaderry atau membuka lapak di acara-acara yang difasilitasi pemerintah daerah.

"Sekarang juga sudah minta ke Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga agar bisa dibantu memperoleh kios di Pasar Atas yang saat ini sedang tahap akhir pembangunan," katanya.

Dengan berjualan di toko atau kios di lokasi ramai wisatawan menurutnya bisa lebih mudah ditemui oleh wisatawan jika dibandingkan dengan berjualan dalam jaringan.

Adonan pada roti yang diproduksinya dibuat dari bahan umumnya untuk membuat roti yaitu terigu, gula, mentega, ragi dan lainnya. Yang membedakan yaitu adonan topping berbahan kopi sehingga selain bercita rasa kopi tentunya juga beraroma kopi.

"Karena niat awalnya untuk dikonsumsi anak, bahan mesti yang aman dan tanpa pengawet karena itu roti hanya tahan sampai tiga hari saja," katanya.

Dalam satu hari ia bisa memproduksi 300 sampai 500 buah roti dengan harga jual Rp5.000 per buah.

Seorang konsumennya, Faisal menilai roti kopi Bukik Apik itu punya rasa yang tidak kalah enak dibanding produk serupa dan harga lebih ekonomis.

"Inovasinya bagus karena jarang bertemu produk olahan kopi Bukik Apik selain dalam bentuk minuman," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar