IMF sebut ASEAN "titik terang" ekonomi global saat bertemu Jokowi

id IMF,Jokowi,KTT ASEAN

IMF sebut ASEAN "titik terang" ekonomi global saat bertemu Jokowi

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, sebelum pertemuan bilateral disela KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu (3/11/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Bangkok, Thailand, (ANTARA) - Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyebut Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada pada “titik terang” dalam ekonomi global.

Pertemuan Jokowi dan Kristalina dilaksanakan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di IMPACT Arena, Nonthaburi, Thailand, Minggu.

“Presiden dan Direktur Pelaksana IMF melakukan tukar pikiran mengenai situasi ekonomi global dan kawasan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Kepada Jokowi, Kristalina memaparkan ekonomi dunia yang mengalami perlambatan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai kondisi terendah dalam satu dekade terakhir.

Ekonom asal Bulgaria itu juga menyoroti banyaknya ketidakpastian yang diciptakan akibat tensi ekonomi dan politik.

Lebih lanjut, Kristalina mengatakan bahwa perlambatan ekonomi terjadi tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga pada investasi dan manufaktur yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan.

“Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF melihat bahwa ASEAN dinilai kondisinya lebih baik dan beliau mengatakan bahwa ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world economy,” tutur Retno, mengutip pernyataan Kristalina.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan prioritas pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan yaitu pengembangan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, reformasi struktural, serta penyederhanaan peraturan-peraturan.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia itu mendapat sambutan baik dari IMF.

“IMF sangat mendukung, dan mengatakan (prioritas) ini sudah tepat terutama diusulkan untuk menjaga kestabilan moneter, melakukan reformasi peraturan-peraturan, dan mengambil kebijakan yang terkait instrumen fiskal,” tutur dia.

Secara khusus Direktur Pelaksana IMF juga menyinggung tentang rencana perpindahan ibu kota Indonesia, yang dinilainya baik untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari reformasi struktural dan institusional. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar