Jarak pandang 1.000 meter, Dharmasraya diselimuti asap kiriman Riau dan Jambi

id kabut asap karhutla,berita dharmasraya,berita sumbar,dharmasraya terkini,sumbar terkini,jarak paandang

Pengendara melintasi Jembat Kabel Stayed di atas Sungai Batanghari Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (11/9). Kabut asap menyelimuti daerah itu pagi ini diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Jambi. (ANTARASUMBAR/Ilka Jensen)

Pulau Punjung, (ANTARA) - Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu pagi diselimuti kabut asap yang diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Edison, di Pulau Punjung, Rabu, mengatakan akibat kabut asap jarak pandang di daerah itu hanya sekitar 1.000 meter.

"Kondisi kabut asap sudah berlangsung sejak berapa hari terakhir, pagi ini jarak pandang mulai terbatas sekitar 1.000 meter," katanya.

Ia mengatakan Kabupaten Dharmasraya secara geografis berbatasan dengan Riau dan Jambi, jadi kuat dugaan kabut yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman.

Ia juga tidak menampik kabut asap di daerah itu disebabkan akibat kebakaran lahan yang terjadi sejak sebulan terakhir, kata dia.

Baca juga: BMKG: Kualitas udara Sumbar secara umum di level sedang

"Meskipun kebakaran lahan di Dharmasraya terjadi sebulan terakhir ini, saya rasa tidak dominan untuk menyumbang asap karena yang terbakar luasnya satu sampai lima hektare," ujarnya.

BPBD Dharmasraya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyikapi kabut asap yang menyelimuti daerah itu, kata dia.

"Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, jika jarak pandang sudah di bawah 1.000 meter baru pemerintah daerah mengambil kebijakan, seperti misalnya bagi-bagi masker," ungkap dia.

Baca juga: DLH Agam Ambil Sampel Kualitas Udara di PT BSS

Kabut asap membuat membuat jarak pandang memendek diakui warga Dharmasraya.

"Kemana-kemana kalau pergi sekarang masker, jarak pandang juga sudah mulai berkurang," kata Arni (26), warga Dharmasraya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan sebelum kabut asap semakin tebal dan mengganggu kesehatan warga. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar