Ancaman abrasi di Matobe butuh tindakan cepat, 15 rumah bisa kena

id abrasi,mentawai,pantai

Ancaman abrasi di Matobe butuh tindakan cepat, 15 rumah bisa kena

Sekitar 15 unit rumah warga di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang berada di dekat bibir pantai terancam diterjang gelombang tinggi karena tak ada lagi pohon sebagai penahan hempasan ombak. (Antarasumbar/P.Sanene)

Tuapeijat (ANTARA) - Sekitar 15 unit rumah warga di Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang berada di dekat bibir pantai terancam diterjang gelombang tinggi karena tak ada lagi pohon sebagai penahan hempasan ombak karena sebagian sudah tumbang dan pasir sudah terkikis hingga berjarak sekitar tujuh meter dari bibir pantai.

Terkikisnya pasir dan banyaknya pohon kelapa yang tumbang sebagai penahan ombak terjadi sekitar Juli 2019 lalu, apalagi sejak Juli ketinggian gelombang capai 3 meter.

Sebelumnya jarak antara bibir pantai dengan rumah warga cukup jauh sekitar 20 meter, kata warga Matobe di lokasi abrasi Hendrianto(30) pada Rabu.

Warga di sekitar pantai berharap kepada pemerintah desa atau instansi terkait dapat melakukan tindakan cepat sehingga pasir yang terkikis tidak terus menerus yang berakibat rumah warga diterjang gelombang tinggi.

"Kami berharap kepada pemerintah cepat melakukan tindakan, seperti penimbunan, kekwatiran kami kalau ini terus menerus gelombang akan langsung menghantam rumah," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Selasa (6/8) sudah melakukan peninjauan lokasi, namun belum ada tindakan karena masih akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk melakukan tindakan.

"Kita sudah meninjau lokasi, tentu untuk tindakannya kita ikuti sesuai tahapan, terkait apa tindakan yang akan kita lakukan belum diputuskan, apakah misalnya kita lakukan evakuasi nanti perlu koordinasi dulu," kata Amir Ahmari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mentawai dihubungi pada Rabu, (7/8).
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar