Hingga Juni, 110 ekor hewan ternak di Solok sudah diasuransikan

id asuransi ternak,asuransi usaha ternak sapi

Asuransi Ternak Sapi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

​​​​​​​Arosuka (ANTARA) - Sebanyak 110 ekor hewan ternak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah diasuransikan hingga Juni 2019 melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) yang disubsidi pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Admaizon melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Topan di Solok, Kamis, mengatakan sementara 2018 sebanyak 154 ekor.

"Kemungkinan masih bertambah karena 2019 sampai Desember. Sedangkan asuransi berjangka setahun yang harus diperbaharui setiap tahun," ujarnya.

Sedangkan klaim asuransi pada 2018 mandiri satu ekor dengan klaim empat ekor. Pada 2019 juga baru mandiri satu ekor diklaim satu ekor.

"Tahun ini kami menargetkan hewan ternak yang ikut asuransi melebihi 2018," ujarnya.

Menurutnya angka partisipasi masyarakat untuk program AUTS masih terbilang minim, padahal biaya untuk membayar asuransi pertahun terbilang rendah.

Yakni hanya membayar Rp200 ribu setahun kepada pihak asuransi bagi petani yang memilih jalur mandiri dan Rp300 ribu untuk sapi jantan, dan Rp40 ribu bagi petani yang disubsidi oleh pemerintah.

Ia menjelaskan asuransi dua persen dari harga sapi. Misalnya sapi betina Rp10 juta di subsidi 80 persen petani hanya bayar Rp40 ribu pertahun.

Sedangkan sapi jantan tergantung harga awal, misal program mandiri 2 persen dikalikan harga sapi Rp15 juta, jadi harus membayar Rp300 ribu per tahun.

Padahal dengan adanya asuransi ternak ini ada penggantian jika ternak mati karena sakit, mati karena kecelakaan, mati melahirkan atau hilang sebab dicuri.

"Sementara bagi petani yang memilih asuransi jalur mandiri akan mendapatkan jumlah sama besar dengan harga ternak jika ternak itu hilang ataupun mati," ujarnya.

Ia berharap dengan populasi ternak yang terbilang sedikit diharapkan masyarakat mendaftarkan hewan ternak mereka melalui program AUTS yang disubsidi pemerintah.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar