Sensus: Lebih 200 Bahasa Digunakan di Kanada

id Sensus: Lebih 200 Bahasa Digunakan di Kanada

Ottawa, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Lebih dari 200 bahasa digunakan di Kanada, yang multi-budaya dan tempat berbagai bahasa Asia telah memperlihatkan pertumbuhan paling kuat dalam beberapa tahun belakangan, demikian data sensus yang disiarkan oleh Statistik Kanada, Rabu (24/10). Seperlima warga Kanada, atau hampir 6,63 juta, berbicara dengan menggunakan satu bahasa selain dari dua bahasa resmi negeri tersebut --Inggris dan Prancis-- di rumah baik cuma bahasa itu atau dicampur dengan bahasa Inggris atau Prancis, kata sensus 2011. Dari kelompok tersebut, hampir sepertiga --atau 2,1 juta orang-- hanya berbicara dengan menggunakan bahasa tak resmi di rumah mereka. Meskipun 20,6 persen orang Kanada, atau 6,8 juta orang, memiliki bahasa ibu selain bahasa Inggris atau Prancis, hanya 6,2 persen berbicara satu bahasa selain kedua bahasa resmi itu sebagai satu-satunya bahasa di rumah mereka. Bahasa Asia memperlihatkan pertumbuhan paling cepat antara 2006 dan 2011, dan bahasa Tagalog dari Filipina meningkat hampir 64 persen, atau hampir 279.000 orang. Tujuh kelompok lain linguistik juga memperlihatkan peningkatan --termasuk bahasa Mandarin, yang mengalami peningkatan 50 persen, bahasa Arab, naik 47 persen, dan Hindi sebanyak 44 persen, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis siang. Toronto, Kota terbesar di Kanada, memiliki bagian terbanyak dengan hampir 1,8 juta orang yang menggunakan bahasa imigran paling sering di rumah mereka, atau 32,2 persen penduduk kota tersebut. Sensus itu juga mencatat lebih dari 60 bahasa Aborigin, yang termasuk ke dalam 12 keluarga bahasa khas. Hampir 213.500 melaporkan Aborigin sebagai bahasa ibu dan hampir 213.400 melaporkan mereka paling sering atau secara rutin menggunakan bahasa Aborigin di rumah mereka. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.