Prabowo ungkap niatnya maju sebagai capres untuk selamatkan kekayaan negara

id Prabowo

Calon presiden Prabowo Subianto saat berorasi pada kampanye terbuka di Padang, Selasa (2/4). (Antara Sumbar/Fandi Yogari)

Padang, (ANTARA) - Calon Presiden RI Prabowo Subiantodalam kampanyenyadi Danau CimpagoPantai Padang, SumateraBarat menyampaikan niatnya maju sebagai calon presiden RI bersama partai koalisi adalah dalam rangka menyelamatkan kekayaan negara.

"Saya sudah lama hidup di Indonesia, sistem ekonomi saat ini tidak Pancasila," kata dia dalam orasinyadi Padang, Selasa..

Menurutnya sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila adalah adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat bukan keadilan sosial bagi segelintir orang.

"Saya mau bertanya, apakah kalian merasa saat ini sudah adil atau belum, penghasilan sudah cukup atau belum ? ," ujar Prabowo kepada hadirin.

Ia mengatakan Indonesia adalah negara yang amat kaya akan tetapi kekayaan kita diambil , dirampok, dicuri dan dibawa lari ke luar negeri.

"Saudara-sudara hal ini tidak dapat kita cegah, malah yang sering terjadi ada yang mengejek dan menghujat Prabowo, tapi saya tidak gentar karena membela rakyat," katanya.

Menurutnya kekayaan Indonesia hilang Rp1.000 triliun tiap tahun dan ini yang akan dijaga dan diamankan.

Pada kesempatan itu mantan Danjen Kopasus tersebut juga menyampaikan ketika 17 April 2019 pendukungnya mencoblos Prabowo -Sandi maka pada hakikatnya itu untuk menegakan keadilan dan memberantas kezaliman.

"Mencoblos 02 artinya untuk Indonesia adil makmur dan tidak ada lagi korupsi," kata dia.

Ketua umum Partai Gerindra itu juga mengingatkan para pejabat bahwa jabatan tersebut adalah kepercayaan dari rakyat karena itu jangan membohongi apalagi menzalimi rakyat.

"Kembalilah ke jalan yang benar, rakyat mendambakan aparat yang jujur," ujarnya.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu pasangan Joko Widodo/Ma'ruf Amin dengan nomor urut 01 serta pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Salahuddin Uno dengan nomor urut 02. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar