Agam miliki ribuan penyuluh bahaya narkoba

id Penyuluh Bahaya Narkoba,Polres Agam

Kaur Bin Ops (KBO) Polres Agam, Iptu Akhiruddin memberikan materi tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkoba bahaya laten bangsa bagi siswa MTsN 11 Tanjungraya, Rabu (13/3). (ANTARA SUMBAR/ Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, telah melahirkan 1.030 penyuluh bahaya narkoba dalam mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres itu.

"Mereka ini merupakan siswa SMP, MTs, SMK dan SMA di Kecamatan Tanjungraya. Keberadaan mereka ini sebagai duta dalam mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di tempat tinggal mereka," kata Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui KBO Sat Binmas Polres Agam Iptu Akhiruddin di Lubukbasung," Rabu.

Ia mengatakan 1.030 penyuluh bahaya narkoba itu berasal dari siswa MTsN 11 Tanjungraya sebanyak 180 orang, SMPN 1 Tanjungraya 120 orang, SMPN 2 Tanjungraya 150 orang, SMAN 1 Tanjungraya 180 orang dan SMKN 1 Tanjungraya 400 orang.

Siswa itu, tambahnya, telah dibekali pengetahuan tentang jenis narkotika, bahaya terhadap kesehatan, ciri-ciri pemakai natkotika.

Selain itu, hukuman bagi pengguna dan pengedar, melaporkan ke orang tua, jorong dan kepolisian apabila mereka menemukan ciri-ciri pemakai dan lainnya.

"Ini merupakan langkah yang akan diambil dan seluruh materi itu telah kita berikan saat proses belajar mengajar tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkoba bahaya laten bangsa di lima sekolah itu semenjak pertengahan 2018," tegasnya.

Ia meyakini dengan adanya penyuluh itu maka kasus penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Tanjungraya sudah berkurang.

Selama 2019, katanya, tidak ada pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di kecamatan itu.

"Ini dampak dari adanya kurikulum tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkoba bahaya laten bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 11 Tanjungraya, Rustian memberikan apresiasi kepada Polres setempat yang telah membuat terobosan kirikulum tersebut.

Dengan cara itu, siswa bisa menjadi perpanjang tangan untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah mereka.

"Kita sangat mendukung terobosan itu, karena dapat menyelamatkan generasi penerus di daerah itu," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar