Pemkot Pariaman relokasi pedagang awal pekan kedua Maret

id Genius Umar,Pasar Pariaman,Relokasi Pedagang

Walikota Pariaman, Sumbar, Genius Umar pimpin rapat relokasi pedagang Pasar Pariaman ke pasar penampungan, Rabu (27/2). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat mengagendakan merelokasi pedagang Pasar Pariaman ke pasar penampungan pada 12 Maret yang mana sebelum itu dilakukan pihaknya akan menyosialisasikannya.

"Kami sudah menyusun jadwal terkait pembangunan pasar dan relokasi pedagang," kata Walikota Pariaman, Genius Umar usai rapat dengan sejumlah pihak terkait relokasi pedagang Pasar Pariaman, di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan terkait rangkaian jadwal relokasi tersebut telah disampaikan kepada tokoh masyarakat dan tim percepatan pembangunan revitalisasi Pasar Pariaman.

Ia memastikan seluruh elemen masyarakat mendukung revitalisasi Pasar Pariaman namun tinggal sosialisasi kepada padagang.

Ia menyampaikan pasar penampungan akan selesai pada 8 Maret dan pada 11 Maret pihaknya akan menyosialisasikannya kepada pedagang sebelum relokasi dilakukan.

"Jadi pada 8 Maret seluruh sarana pendukung akan kami siapkan," katanya.

Genius mengatakan barang dagangan di pasar penampungan disusun berdasarkan jenis dagangan yang dijual oleh pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan pembagian kios dan los pasar penampungan tersebut tidak diundi namun disesuikan dengan jenis dagangan.

Ia menyebutkan hingga saat ini pembangunan pasar penampungan sudah mencapai 85 persen atau sudah masuk dalam tahap penyelesaian.

"Jika sudah selesai maka pedagang akan mengisi 242 kios dan sekitar 200 pedagang kaki lima pindah ke sana," ujarnya.

Ia meminta pedagang yang direlokasi tersebut untuk memahami kondisi kios pasar penampung yang kecil karena keterbatasan lahan.

"Namun kami berharap penghasilan mereka meningkat, atau paling tidak sama dengan waktu berdagang di dalam pasar," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar