Logo Header Antaranews Sumbar

Dua individu bunga rafflesia mekar di hutan Palupuh Agam

Sabtu, 9 Mei 2026 13:23 WIB
Image Print
Wisatawan mancanegara sedang berada di bunga rafflesia Arnoldii mekar di kawasan hutan Palupuh Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO/Joni Hartono

Lubukbasung (ANTARA) - Sebanyak dua individu bunga rafflesia jenis Arnoldii mekar sempurna secara bersamaan di dalam kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Pegiat Wisata Palupuh Joni Hartono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan bunga raflesia mekar pada hari ketiga dan pada hari ke tujuh.

"Bunga rafflesia mekar hari ke tujuh sudah berwarna hitam dan beberapa hari lagi bakal layu," katanya.

Ia mengatakan bunga langka dan dilindungi itu mekar di dalam kawasan hutan Palupuh dengan jarak sekitar 50 meter antar bunga tersebut.

Keberadaan bunga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara dari Belanda, Prancis dan lainnya.

"Ada 40 wisatawan mancanegara berkunjung ke dua bunga rafflesia tersebut," katanya.

Saat ini, tambahnya masih banyak knop atau bonggol bunga rafflesia yang bakal mekar dalam beberapa Minggu lagi.

"Masih ada yang bakal mekar dalam waktu dekat. Selama Januari sampai 9 Mei 2026, enam bunga rafflesia yang mekar," katanya.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra mengatakan banyak ditemukan individu bunga rafflesia, bunga rhizanthes dan bunga bangkai di kawasan Palupuh.

"Bunga rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di lokasi tersebut," katanya.

Di Kecamatan Palupuh, ada kawasan Cagar Alam Batang Palupuh dengan luas area 3,4 hektare. Lokasi ini merupakan kawasan konservasi flora langka, khususnya rafflesia arnoldi, yang pertama kali ditemukan pada 1930.

Sejak ditemukan bunga langka di lokasi tersebut kawasan itu kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Batang Palupuh oleh Pemerintah Belanda lewat Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026